Senin, 11 Desember 2017

Monkey Buffet Festival - Festival Prasmanan Monyet

Monkey Buffet Festival - Festival Prasmanan Monyet
Sumber Foto : http://www.telegraph.co.uk/news/picturegalleries/worldnews/11263800/The-Monkey-Buffet-Festival-in-Lopburi-Thailand-in-pictures.html
Pasti lucu kalau bisa melihat secara langsung festival yang satu ini. Membayangkan para saudaranya hanoman duduk di atas meja dan menikmati hidangan layaknya sedang prasmanan.

Nama festival unik adalah Monkey Buffet Festival atau Festival Prasmanan Monyet. Bukan di Indonesia, tetapi di Thailand, tepatnya di Propinsi Lopburi dekat Kuil Phra Prang Sam Yot.

Festival ini sesuai dengan namanya adalah khusus untuk para monyet saja, meskipun disediakan oleh manusia. Dalam festival ini, akan disediakan meja makan panjang yang berisikan berbagai jenis makanan ala vegetarian atau yang sedang diet, seperti buah-buahan, nasi, ketan, dan berbagai jenis minuman (termasuk soft drink seperti Pepsi atau Coca Cola).

Diperkirakan makanan yang dihidangkan secara total mencapai 4000 kilo dalam setiap festival. Makanan yang diperkirakan cukup untuk mengenyangkan hampir 3000 monyet.

Festival aneh bin unik ini merupakan salah satu festival yang banyak menarik perhatian para turis asing setiap tahunnya untuk berkunjung ke Negara Gajah Putih ini.

Entah dimulainya sejak kapan karena ada yang menyebut tahun 1989 tetapi ada yang mengatakan 2007. Entahlah, tetap saja merupakan sesuatu yang unik dan layak didatangi kalau pergi ke Thailand.

Minggu, 10 Desember 2017

Pantai Anyer Itu Indah, Sayang Terkadang Tidak Bisa Dinikmati

Pantai Anyer Itu Indah, Sayang Terkadang Tidak Bisa Dinikmati

Semua pantai pada dasarnya indah. Termasuk Pantai Anyer, salah satu lokasi wisata favorit di bagian Barat Pulau Jawa ini. Indah, sudah pasti.

Pantai pasir putihnya, meski bukan pantai satu juta dollar dan seterkenal pantai Kuta Bali, memikat banyak orang. Begitu juga laut birunya yang memikat mata sekali. Deburan ombak yang tidak terlalu kuat meripakan arena bermain air yang sangat menyenangkan.

Sayangnya, bagi saya, seorang penggemar fotografi, Pantai Anyer terkadang sulit dinikmati. Terutama di musim liburan.

Masalahnya, sederhana. Pantai yang merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan lokal, menjadi terlalu ramai. Dimana-mana terlihat kerumunan orang.

Pantai Anyer Itu Indah, Sayang Terkadang Tidak Bisa Dinikmati

Sulit sekali mendapatkan "clean shoot" tanpa kehadiran obyek-obyek pengganggu. Selalu saja ada obyek-obyek yang masuk ke dalam bingkai foto pada saat jari menekan tombol shutter release.

Belum lagi banyaknya sampah yang bertebaran akibat para pelancong disana terlalu malas untuk sekedar berjalan ke tempat sampah.

Rasanya, itu adalah efek negatif dari sebuah ketenaran. Tidak jarang keindahan itu "hilang" akibat para manusianya tidak bisa menjaganya dengan baik.

Mungkin juga, saya datang pada waktu yang salah. Mungkin seharusnya saya datang di saat bukan musim liburan. Mungkin situasinya akan "agak" berbeda", walau mungkin juga sama mengingat banyaknya hotel dan penginapan di sepanjang pantai ini.

Entahlah.

Jumat, 08 Desember 2017

Tempat Sampah Pun Perlu Dirawat Supaya Tidak Menjadi Sampah

Tempat Sampah Pun Perlu Dirawat Supaya Tidak Menjadi Sampah

Ngenes juga melihatnya. Memang sih fungsinya menampung segala hal yang kotor dan dianggap tidak berguna, tetapi tidak seharusnya mereka diperlakukan seperti kotoran juga. Fungsi mereka justru sangat membantu banyak orang agar rumah mereka tetap bersih, sampah tidak berceceran kemana-mana, dan petugas bisa mengangkutnya dengan mudah.

Oleh karena itu, seharusnya tempat sampah menerima perlakuan yang lebih baik daripada yang banyak ditemukan di berbagai tempat. Acap kali tempat sampah terlihat kumuh, lusuh, berkarat, dan seadanya. Di benak banyak orang mungkin ada pikiran "Toh buat menampung sampah saja, tidak perlu bagus-bagus dan dirawat"

Padahal kenyataannya kalau tempat sampah tidak dirawat dan diurus, hasilnya :

  • cepat rusak dan kehilangan fungsinya
  • membuat pemandangan di sekitarnya menjadi tidak enak
  • membahayakan karena kalau rusak besi atau plastik tajamnya bisa melukai petugas pemungut sampah
  • sampah tidak bisa dibuang pada tempatnya
Bagaimanapun tempat sampah adalah benda yang memiliki fungsi. Meski tidak keren seperti mobil atau handphone, kalau benda ini tidak ada maka manusia pasti akan merasa sangat tidak nyaman, bahkan bisa melebihi smartphone yang tertinggal.

Manusia tidak bisa hidup sehat tanpa keberadaannya.

Untuk itulah, tempat sampah pun perlu dirawat dan diperhatikan. Kalau tidak, ia akan kehilangan fungsinya dan menjadi sampah yang bisa berefek buruk bagi lingkungan sekitarnya juga.

Rawatlah tempat sampah di rumah Anda.

Kamis, 07 Desember 2017

Kotak Bekas Permen di Tembok Stasiun - Masih Banyak Masyarakat Yang Tidak Sadar Kebersihan

Kotak Bekas Permen di Tembok Stasiun - Masih Banyak Masyarakat Yang Tidak Sadar Kebersihan

Tidak heran Jakarta masih belum bisa bersih. Tidak heran juga Indonesia masih belum bersih juga. Hal itu tercermin dari sebuah kotak bekas permen di salah satu tembok stasiun Gondangdia yang teronggok begitu saja. Tidak tahu siapa yang membuang.

Benda ini digeletakkan begitu saja, padahal hanya 3 meter dari beberapa tong sampah yang disediakan pengelola stasiun. Benda ini juga hanya berukuran kecil dan sebenarnya bisa dikantungi dengan mudah.

Tetapi, siapapun yang meletakkan disana, begitu malas dan tidak mau repotnya untuk sekedar berjalan ke tempat sampah atau sekedar memasukkannya di kantung sampai menemukan tong sampah.

Malas dan tidak mau repot.

Itulah alasan mengapa begitu banyak sampah berceceran di jalan-jalan ibukota. Masyarakatnya masih terlalu malas dan manja bahkan untuk melakukan hal-hal remeh.

Sulit untuk menjalani gaya hidup ramah lingkungan ketika kemalasan sudah mengakar di hati.

Jika sekedar membuang kotak bekas permen ke tempat sampah saja tidak mau, bagaimana dengan sampah yang berukuran lebih besar?

Penerapan Teknologi Baru Selalu Butuh Waktu

Penerapan Teknologi Baru Selalu Butuh Waktu

Segala sesuatu pasti membutuhkan waktu penyesuaian. Begitu juga dalam hal teknologi, seberapapun canggihnya, ia belum akan langsung berfungsi membuat hidup manusia lebih mudah. Masalahnya bukan karena kecanggihannya, tetapi karena masyarakat belum bisa beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan teknologi tersebut.

Setidaknya itulah yang terlihat di stasiun Gondangdia. Beberapa mesin tiket otomatis sudah terpasang sejak beberapa bulan lalu. Tentunya, mesin-mesin ini dimaksudkan agar para penumpang bisa dengan mudah mendapatkan tiket atau mengisi ulang Kartu Multi Trip.

Sayangnya, seperti terlihat di foto di atas, pernyataan "penerapan teknologi baru selalu butuh waktu" benar adanya.

Banyak penumpang masih lebih suka mengantri di loket manual yang dilayani petugas dibandingkan menggunakan mesin tiket otomatis, yang terkadang justru tidak ada antrian.

Meskipun tetap ada petugas yang selalu standby untuk memberi petunjuk, tetap saja masih banyak orang yang lebih rela mengantri.

Mungkin mereka tidak mau repot untuk belajar sedikit. Padahal, sekali tahu cara memakainya, akan terasa lebih mudah dan efisien dibandingkan dilayani petugas di loket.

Budaya Antri Semakin Terlihat Di Keseharian

Budaya Antri Semakin Terlihat Di Keseharian

Bukan sebuah hal yang heboh. Bukan pula sebuah berita "buruk". Jadi, rasanya tidak akan menjadi santapan media massa besar.

Hanya sebuah perubahan kecil dalam kehidupan keseharian masyarakat Indonesia, yaitu tentang budaya antri semakin terlihat dalam keseharian.

Di banyak tempat, terutama yang berkaitan dengan kepentingan umum, seperti transportasi publik banyak hal yang mencerminkan bahwa masyarakat Indonesia secara perlahan mulai berubah dalam hal menunggu giliran.

Belum lama masih teringat bagaimana saling serobot sering terlihat di muka loket apapun, mulai loket tiket kereta, bioskop, dan banyak lainnya. Sekarang pemandangan seperti itu sedikit demi sedikit mulai berkurang.

Yang terlihat adalah deretan orang-orang berdiri dan menunggu giliran. Seperti, yang sudah sering terlihat di stasiun Commuter Line / KRL Jabdetabek.

Hal kecil memang, tetapi mencerminkan bahwa manusia-manusia Indonesia sudah mulai beranjak maju menuju masyarakat yang lebih beradab.

Sesuatu yang tidak menarik untuk diberitakan karena tidak akan menghasilkan kehebohan. Cuma blogger saja yang terkadang melihatnya sebagai menarik, mungkin karena sedang kehabisan ide.

Kata-Kata Motivasi Di Tangga Sekolah

Kata-Kata Motivasi Di Tangga Sekolah
Tidak pernah ada yang tahu pasti kapan seseorang terinspirasi dan termotivasi. Tidak juga ada yang bisa memastikan apa penyebab dari termoivasinya seseorang. Seringkali, orang merasa terpacu dan tertantang karena hal-hal kecil.

Mungkin itu yang ada di benak pengelola SMA Negeri 10 Bogor ketika menuliskan kata-kata motivasi di tangga sekolah. Setiap undakan diberi satu kata bernada motivasi.

Tentunya, tangga tersebut akan dilalui ratusan orang siswa didik mereka setiap harinya. Ratusan anak berusia remaja akan berlalu lalang melewatinya.

Setiap hari, setiap jam tangga tersebut akan mencoba menanamkan satu dua kata yang mungkin bisa memacu anak-anak tersebut untuk terus belajar dan berkarya.

Tidak pasti akan tertanam.

Ratusan anak itu tentunya tidak selalu memandang ke bawah saat naik dan turun. Meskipun seharusnya mereka harus begitu, kalau tidak mau terjatuh dan tersandung, tetapi yang namanya anak-anak kerap mereka mengabaikan hal itu.

Bukan sebuah kepastian bahwa tangga tersebut akan bisa membuat para siswa termotivasi.

Tetapi, bagaimanapun sebagai sebuah sekolah para guru, dan staff lainnya harus mencoba melakukan usaha agar anak didik mereka bisa termotivasi dengan cara apapun.

Siapa tahu, dari ratusan anak ada 5-10 orang yang melihat ke arah kata-kata motivasi ini dan kemudian menjadi terpacu untuk terus berusaha yang terbaik. Siapa tahu 1-2 orang akan merasa tertantang ketika satu kata yang ada disana "mengena" di hatinya.

Siapa tahu.

Kamis, 23 November 2017

Ketika Becak Melintas Dengan Santai Di Jalan Sudirman Bogor, Ada Kesalahan Yang Dimaklumi

Ketika Becak Melintas Dengan Santai Di Jalan Sudirman Bogor

Kalau dilihat foto di atas sepertinya tidak ada yang salah. Semua terasa normal. Kehadiran becak di Jalan Sudirman tersebut terlihat biasa saja. Tidak ada masalah, namanya juga kendaraan. Meski bukan kendaraan bermotor tetap saja kendaraan namanya dan fungsinya mengangkut penumpang.

Sayangnya, foto tersebut sebenarnya menunjukkan sebuah kesalahan. Cukup besar dan sebenarnya menunjukkan mengapa Indonesia sulit menjadi sebuah negara yang maju dan teratur.

Mengapa demikian?

Karena sebenarnya foto tersebut mencerminkan "tidak tegaknya" hukum di Indonesia.

Peraturan Walikota Bogor menyebutkan bahwa becak, si kendaraan roda tiga, dilarang beroperasi di jalan-jalan protokol di Kota Hujan tersebut. Lebih jauh lagi, di dalam Perwali bahkan disebutkan nama-nama jalan dimana becak tidak boleh lewat, Jalan Sudirman yang merupakan jalan utama, termasuk salah satunya.

Para pengendara yang lain tidak akan mempermasalahkan lalu lalangnya becak seperti di foto. Semua cuek. Bukan cuma orang biasa, bahkan petugas kepolisian sendiri tidak menaruh perhatian kepada hal seperti ini.

Tidak jarang, justru mereka yang mempermasalahkan akan dicerca. Mereka akan dianggap mengganggu orang mencari nafkah, apalagi orang kecil seperti tukang becak yang penghasilannya tidak seberapa.

Sayangnya, pemakluman seperti ini yang membuat hukum tidak pernah tegak di negara ini. Orang "kecil" atau berekonomi lemah dipandang sebagai mereka yang harus "dibela". Ketika mereka melakukan kesalahan maka orang lain harus maklum.

Orang-orang teraniaya akan selalu mendapat simpati banyak dari masyarakat umum. Buktinya saja SBY naik tahta sebagai Presiden RI pertama kali ditengarai karena ia "dikuyo-kuyo" oleh presiden sebelumnya. Masyarakat melihatnya sebagai figur yang teraniaya dan memberikan suaranya kepadanya.

Itulah karakter orang Indonesia yang membuat negara ini sulit mencapai level negara maju.

Karakter yang akhirnya membuat hukum hanya galak di kertas saja. Ketika dihadapkan pada realita, maka hukum menjadi macan ompong. Slogan bahwa semua orang kedudukannya sama di mata hukum menjadi hanya sekedar slogan kosong saja. Buktinya, hukum tidak berdaya ketika menghadapi orang "kecil".

Padahal, tanpa hukum yang tegak, maka kesemrawutan rentan terjadi. Buktinya sudah bisa dilihat di jalan-jalan berbagai kota dimana semua orang merasakan ketidakteraturan yang teramat sangat. Hal itu merupakan konsekuensi logis dari tidak tegaknya hukum di negeri ini.

Foto becak yang beroperasi di Jalan Sudirman, jalan protokol, Kota Bogor, dimana saya tinggal ini sederhana, tetapi mewakili banyak hal dan mencerminkan salah satu budaya sebuah bangsa yang sedang berkembang, Indonesia.

Paling tidak dari sudut ketidakmauan banyak warganegaranya untuk mematuhi yang namanya hukum atau aturan. Sebuah bangsa yang rakyatnya terlalu terfokus pada diri sendiri dan tidak peduli pada orang lain.

Kamis, 16 November 2017

[KEREN] India Sekarang Punya Tiga Penerbang Pesawat Tempur Wanita

Penerbang pesawat tempur adalah satu label yang sudah lama merupakan hegemoni kaum adam. Jarang sekali dijumpai kaum hawa bisa menjalani profesi ini.

Sejarah memang mencatat beberapa nama wanita, seperti Sabija Gokcen dari Turki yang merupakan penerbang tempur pertama yang tercatat di tahun 1936. Kemudian Lilya Litvyak atau Katya Budanova dari Rusia sebagai pilot pesawat tempur wanita, tetapi hal itu terjadi puluhan tahun yang lalu saat dunia dilanda Perang Dunia II.

Sejak saat itu hampir tidak ada wanita yang bisa menjadi penerbang pesawat tempur karena berbagai hal. Kebanyakan karena aturan yang ada memang tidak memperbolehkan kaum wanita menempati posisi di garis depan pertempuran.

Sekarang, dengan semakin setaranya posisi antara pria dan wanita, kesempatan itu terbuka sedikit demi sedikit bagi kaum wanita untuk turut serta dalam hal ini. Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang sudah sering menempatkan kaum wanita di medan pertempuran.

Lalu, bagaimana dengan negara lain?

Beberapa negara sudah melangkah lebih maju. Cina sudah memiliki setidaknya 10 orang penerbang wanita sebagai pilot pesawat tempur mereka. Yang terakhir adalah INDIA.

Negara yang cukup terkenal dengan tradisinya yang ketat dan mempersulit ruang gerak kaum wanitanya sejak tahun 2016 mulai berubah. Mereka mencabut larangan kaum wanita untuk berpartisipasi dalam pertempuran.

Di tahun ini, negara tersebut juga mulai memiliki penerbang pesawat tempur dari kaum hawa. Tiga nama mencatatkan sejarah dalam kedirgantaraan negara tersebut dengan menjadi tiga wanita pertama yang menerbangkan pesawat tempur di Angkatan Udara India. Ketiga nama tersebut adalah Avani Chaturwedi, Bhawana Kanth, dan Mohana Singh.

Ketiganya sedang menjalani tahap kedua pelatihan pilot pesawat tempur di AU India. Ketiga nama tersebut ditargetkan untuk menerbangkan pesawat modern SU-30 Flanker yang merupakan inti dari kekuatan udara India saat ini.

Ini fotonya. (Sumber Foto : The Hindu)



Keren!

Indonesia sendiri sudah memiliki beberapa nama penerbang TNI AU dari kaum hawa. Sayangnya belum ada yang menerbangkan pesawat tempur. Semua masih terbatas pada menerbangkan helikopter atau pesawat angkut saja.

Mungkin, beberapa tahun yang akan datang, kesempatan itu akan hadir di bumi Indonesia ketika wanita bisa menjadi penerbang pesawat tempur.

Jumat, 15 September 2017

[Pertanyaan] Apakah Bisnis Retail Offilne Mulai Tergerus Bisnis Retail Online

Berita yang sebenarnya menarik, tetapi kecuali pengamat ekonomi atau penggemr diskonan, rasanya berita ini akan terlewat karena berita tentang Raisa-Hamish masih lumayan mendominasi laman detik.com.

Isinya hanya berita kecil bahwa Matahari akan menutup dua buah outletnya di Manggarai dan Blok M dan akan melakukan cuci gudang.

Menariknya bagi pengamat ekonomi dan tentunya pengamat politik biasanya akan melahirkan perdebatan tentang "ekonomi Indonesia yang menurun atau stagnan dan memperlemah daya beli masyarakat". Hal seperti itu akan banyak mengundang perhatian dan perdebatan.

Cuma, sebagai seorang masyarakat umum, seorang blogger saja, dengan pengetahuan tentang ekonomi yang amat sangat teramat sedikit, saya berpendapat sedikit berbeda.

Berita ini sepertinya merupakan sebuah dampak awal dari berkembangnya bisnis retail via online. Kehadirannya yang semakin lama semakin membesar dan diterima oleh masyarakat luas, mulai memberikan efek bagi nama-nama yang sebelumnya merupakan raja bisnis retail offline.

Bagaimanapun, dengan berbagai kemudahan dan kemurahan yang disediakan para penjual di dunia maya, hal itu mendorong orang untuk semakin banyak berbelanja via internet dibandingkan harus datang ke mall atau tempat lainnya.

Apalagi beberapa waktu yang lalu,berita sejenis tentang banyaknya toko elektronik yang tutup di Glodok tersebar di berbagai media online dan cetak.

Hal yang sama persis dan patutlah diduga bahwa bisnis retail offline mulai tergerus bisnis retail online.

Akankah bisnis retail di darat menghilang?

Rasanya, belum. Mungkin 20-30 tahun lagi bisa terjadi, tetapi tidak dalam beberapa tahun ke depan. Masih perlu waktu bagi bisnis online untuk mengambil alih tampuk kekuasaan di dunia bisnis dari tangan retailer offline.

Meskipun demikian, rasanya memang tidak terelakkan dimana suatu waktu mall dan berbagai pusat perbelanjaan akan kosong melompong karena kekurangan pengunjung. Suka atau tidak suka, memang lebih enak berbelanja di rumah, tinggal memencet tombol dan barang datang beberapa hari kemudian.

Bandingkan dengan segala kemacetan dan kesusahan mencari lahan parkir yang biasanya ditemukan saat berkunjung ke mall.

Iya kan?

[Dugaan] Sepertinya Tahun Depan Akan Semakin Banyak Blogger dan Publisher Adsense Yang Menyerah


Cuma dugaan, dan tidak berdasarkan hasil riset yang sahih. Hanya membaca berbagai keluhan yang disampaikan para blogger dan publisher Adsense Indonesia, sepertinya tahun mendatang jumlah blogger dan publisher Adsense akan berkurang.

Bukan tanpa alasan sih.

BPK atau Biaya Per-Klik (CPC - Cost Per Click dalam bahasa Inggrisnya) sepertinya mengecil. Jika tahun lalu dan awal tahun ini masih berkisar antara US$ 0.03 atau 3 cents dollar (sekitar 390 rupiah) per klik, beberapa bulan terakhir sepertinya drop hingga ke angka US$ 0.01 atau 1 cent saja per klik.

Cuma 130 rupiah saja.

Sangat rendah.

Tidak heran beberapa blog yang pernah besar seperti berhenti mengeluarkan artikel baru. Blog-blog tersebut tetap hidup tetapi sejak beberapa bulan lagi tidak ada lagi tulisan baru yang mengisinya. Mungkin karena "biaya produksi" artikel tidak lagi sebanding dengan pendapatan.

Maklum juga beberapa blog tersebut tidak lagi murni blog karena sudah mengundang penulis dari luar. Tentunya para penulis tersebut harus dibayar kan? Dengan pendapatan yang menurun, kekuatan sang pemilik blog juga menurun.

Itu yang sudah tahunan ngeblog. Bagaimana yang pemula? Yah, mereka makin sering misuh-misuh alias marah-marah nggak tentu arah. Khayalan mereka tentang mendapatkan pendapatan berlimpah hanya dengan menulis seperti semakin jauh terbawa angin.

Buyar semua.

Efeknya, semangat mereka pun surut menghadapi situasi yang kecut.

Jadi, kemungkinan besar, tahun depan, jika situasi tetap begini, akan banyak blogger bertumbangan dan mengalihkan perhatian mereka pada sesuatu yang lebih riil. Uang adalah salah satu faktor orang terjun ngeblog belakangan ini, terutama Adsense. Dan dengan outlook yang begitu suram, rasanya hanya sedikit yang masih mau bertahan kalau uang alasannya.

Yang tetap tidak tersentuh oleh situasi ini adalah mereka yang ngeblog demi kesenangan dan memiliki pekerjaan/penghasilan tetap di luar ngeblog. Mau hujan badai turun di dunia Adsense terjadi, mereka akan tetap berjalan dan menikmati kesenangan yang disajikan.

Bagaimana dengan Anda?

Kamis, 14 September 2017

Foto-Foto di Blog Linda IKeji Itu Bagus-Bagus dan Menarik

Banyak blogger Indonesia yang bingung mengapa blog Linda Ikeji bisa mengundang banyak sekali pengunjung (hingga jutaan pagview perhari). Padahal blognya sederhana dan terkadang hanya berisi sebuah foto dan beberapa baris tulisan saja. Tidak ada SEO dan Kata Kunci atau segala sesuatu yang banyak disarankan oleh para master blogger.

Heran.

Kala saya, setelah membaca berulangkali blog tersebut, tidak lagi. Ada beberapa hal yang membuat blog tersebut sangat menarik.

Foto-foto.

Bagi saya yang menggeluti juga dunia fotografi selain blogging, saya melihat foto-foto tersebut sangat eye-catching dan menarik. Pembuatannya juga terlihat tidak sembarangan dan pemotretnya pasti menguasai teknik fotografi yang baik.

Banyak dari foto-foto tersebut yang berasal dari Getty Images atau sumber lainnya yang merupakan sumber image atau foto tingkat dunia. Jadi, tidak heran kalau foto-foto tersebut akan menarik mata yang melihat dan kemudian mengklik artikelnya karena rasa ingin tahu.

Jadi jangan pernah abaikan untuk membuat atau mencari foto yang menarik bagi blog Anda, karena bisa menjadi salah satu kunci untuk mendatangkan pembaca.

Siapkan Tempat Parkir Sebelum Membeli Mobil (di Jepang)


Jakarta hingga hari ini masih heboh dengan wacana pemerintahnya menghadirkan peraturan bahwa setiap pembeli mobil harus memiliki garasi. Banyak pro dan kontra. Biasalah, namanya juga Indonesia.

Banyak yang mengecam karena dianggap hal itu mengganggu kebebasan berbelanja dan hak setiap warga negara memiliki sarana transportasi. Tidak sedikit yang memberi contoh bahwa di luar negeri pun tidak ada aturan seperti itu.

Dan seterusnya.

Saya cuma tertarik pada hal yang terakhir yang mengatakan bahwa di luar negeri tidak ada aturan seperti itu. Memang terlihat sederhana, tetapi kesannya pemerintah DKI Jakarta itu mengada-ada dengan wacana itu.

Tetapi, sebenarnya tidak. Di luar negeri Jepang, peraturan itu sudah ada. Coba saja baca tulisan di sini. Disitu tertulis bahwa seseorang harus menyiapkan tempat parkir sebelum ia membeli mobil.

Tempat parkir, bukan berarti harus garasi. Tempat dimana ia bisa menyimpan mobilnya saat sedang tidak beraktifitas atau di rumah.

Sebuah keharusan untuk dimiliki di negeri Sakura itu.

Alasannya memang sudah jelas sekali. Kalau tidak punya garasi atau tempat menyimpan mobil, maka kendaraan itu harus diparkir dimana? Di pinggir jalan?

Memang jalan merupakan sesuatu yang bisa dipakai publik secara umum, tetapi bukan untuk tempat menaruh mobil. Para pemakai yang lain bisa terganggu haknya.

Nah, dengan sudah memiliki lahan parkir buat mobil yang dibelinya, bisa dipastikan, saat mobil tersebut tidak beroperasi, ia tidak akan menimbulkan gangguan bagi pengguna jalan lainnya.

Terutama di kota-kota besar dimana lahan dan jalanan terbatas. Mobil yang terparkir sembarangan bisa menimbulkan masalah lalu lintas seperti kemacetan. Bahkan di dalam sebuah kompleks perumahan sekalipun kerap terjadi perseteruan antar tetangga karena mobil yang diparkir di depan rumah menghalangi mobil tetangga keluar.

Itulah mengapa wacana itu digulirkan.

Jakarta, yang sudah padat dengan manusia, juga padat dengan jutaan kendaraan, seperti sepeda motor dan mobil. Bisa bayangkan kalau semua mobil tersebut diparkir sembarangan dan tidak di tempat parkir atau garasi.

Berapa banyak masalah yang akan ditimbulkannya? Berapa ongkos atau biaya yang harus dikeluarkan untuk mengatasi masalah tersebut?

Sudah merupakan kewajiban dari seseorang yang hendak membeli mobil untuk memastikan bahwa mobilnya tidak akan menjadi gangguan bagi yang lainnya. Orang lain pun berhak menikmati jalan dan bukan hanya si empunya mobil.

Jadi, tidak benar kalau di luar negeri tidak ada peraturan yang mewajibkan calon pembeli mobil harus sudah memiliki garasi (tempat parkir mobil).