Rabu, 20 Juli 2016

Blog Gado-Gado Untuk Lahan Eksperimen Gaya Menulis

Tags
Mungkin Anda tidak memperhatikan? Sebenarnya dalam blog gado-gado bernama Umum Sekali ini terdapat berbagai gaya penulisan.

Mulai dari yang menghentak, keras mengkritik. Nakal dan agak mencemooh. Sampai pada panjang nan membosankan.

Penulisannya pun beragam, ada yang sesuai EYD atau Ejaan Yang Disempurnakan, banyak yang tidak.

Semuanya saya coba lakukan disini. Toh, sudah sejak awal "kebebasan" adalah kata kunci disini. Jadi saya memanfaatkannya untuk berkreasi sebanyak mungkin, terutama dalam hal topik, tema dan gaya menulis.

Tidak ada kekangan mengenai personal branding atau image yang ingin disampaikan oleh blog ini. Blog ini bukan blog niche, alias gado-gado, campur aduk, apalah namanya terserah yang Anda mau pakai. Agak sulit membuat personal branding dalam sebuah blog yang sifatnya tidak tentu arah ini.

Satu-satunya image yang bisa disampaikan kepada pembaca (kalau ada) adalah "kebebasan" itu tadi. Sebebas bebasnya.

Meskipun demikian, ternyata kebebasan yang ada itu selain melahirkan banyak ide dan pemikiran baru yang berbeda dari sebelum-sebelumnya, saya juga berhasil mendapatkan beberapa tehnik dan gaya menulis yang baru. Sesuatu yang saya perhatikan akan bermanfaat sekali untuk blog-blog niche yang sedang dipersiapkan.

Mengapa saya lakukan itu, karena saya menyadari bahwa penulisan sebuah artikel, misal di blog tehnologi dengan di blog parenting atau orangtua jelas berbeda. Oleh karena itu saya harus terus memperdalam pengetahuan tentang berbagai gaya menulis.

Caranya, ya dengan menulis itu tadi. Saya harus coba mengembangkan diri sendiri, keluar dari kebiasaaan gaya menulis selama ini. Hanya dengan cara itu, maka akan ditemukan berbagai gaya lain yang memperkaya tehnik menulis saya sendiri. Banyak yang mengatakan bahwa membaca dapat membantu, tetapi sebanyak apapun Anda membaca tanpa mempraktekkannya sendiri, kita tidak akan bisa menguasai gaya menulis itu.

Oleh karena itu, blog gado-gado yang bisa diisi bermacam ragam topik adalah sebuah wadah yang tepat sebagai tempat dan ajang berlatih gaya menulis.

Sambil berlatih gaya penulisan, sambil memastikan bahwa blog Umum Sekali tetap berjalan dan hidup. Tidak rugi juga.

Senin, 18 Juli 2016

Blog Gado-Gado Ini Ternyata Bermanfaat Juga

Tags

Tidak menyangka juga bahwa blog gado-gado yang dibuat tanpa tujuan ini bisa bermanfaat juga.

Bukan untuk orang lain, tetapi untuk diri yang punya blog ini.

Tidak terasa, sudah hampir ada 200 artikel di dalam blog tidak tentu arah ini. Tidak menyangka juga bisa mengisinya dengan cukup banyak artikel dalam waktu kurang dari dua bulan.

Dalam perjalanannya, ternyata beberapa hal yang sudah ditulis ini ternyata cukup menarik minat yang punya blog untuk dikembangkan lebih lanjut. 

Untuk itu, beberapa blog lain sedang dalam pemikiran, perencanaan, dan pembuatan. Mungkin memakai blogspot, yang gratisan, mungkin juga memakai domain sendiri.


Lalu, bagaimana dengan nasib blog Umum Sekali ini? Tetap akan dilanjutkan. Sudah menjadi keputusan pribadi bahwa tidak akan ada blog yang dihapus lagi. Toh, walau kadang kita menganggapnya sampah, terkadang bisa berguna. Hanya, terkadang kita tidak tahu cara memanfaatkannya.

Nah, sekarang dengan melihat bahwa blog campur aduk nan ruwet bin ga puguh ini ternyata bisa bermanfaat bagi diri yang punya, lalu kenapa harus dihapus.

Siapa tahu ada pembaca lain yang bisa menarik manfaatnya. Entah apa?

Jadi, lanjut terus.

Jumat, 15 Juli 2016

Kalau Blog Anda TIdak Juga Terkenal Dan Sukses, jangan Lakukan 5 Hal ini

Tags

Blog gagal terkenal adalah kalimat yang paling dibenci oleh para blogger. Menohok ulu hati rasanya. Bisa menimbulkan penyakit sesak nafas dan turunnya air mata dari seorang blogger.

Masalah utamanya adalah blog yang tidak juga terkenal berarti peluang meraih kesuksesan lainnya dalam hal materi dan nama juga bisa sirna begitu saja.

Seorang blogger, di masa kini, akan merasa tertekan kalau blognya hanya dikunjungi 100-200 orang saja. Bahkan 1000 pengunjung unik perhari yang datang ke blognya saja sering membuat seorang blogger manyun. Mereka menginginkan dan mengangankan lebih dari itu. Kalau bisa sehari 10.000 pengunjung baru membuat seorang blogger agak tersenyum.

Gagal terkenalnya sebuah blog , yang ditandai dengan pengunjung yang sedikit, akan melahirkan tekanan tersendiri bagi sang blogger. Mereka akan merasa rugi karena sudah banyak waktu, biaya dan kerja keras yang "terbuang". Bete dan stress biasanya dialami.

Tidak beda rasanya dengan orang yang sedang patah hati.

Nah, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan karena gagalnya sebuah blog, saya mau menyarankan untuk mengingat 5 JANGAN di bawah ini.

5 Yang Jangan Jangan Dilakukan Kalau Blog Gagal Terkenal

1. Jangan Bunuh Diri


Kalau Anda bunuh diri, lalu siapa yang ngurusin blognya. Mereka bisa jadi Zombie tak bertuan. Lagi pula masih banyak cara lain untuk menjadi terkenal dan sukses, bukan cuma dari blogging.

Memang sih bunuh diri akan membuat terkenal. Anda akan masuk koran dan menjadi bahan artikel bagi blogger lain. Tetapi, Anda tidak bisa menikmatinya.

2. Jangan Marah-Marah Sama Pacar atau Istri

Bukan karena pacar datang menjemput untuk nonton yang menyebabkan blog gagal menjadi terkenal. Bukan pula karena istri lupa membuatkan kopi, maka Anda tidak bisa membuat artikel bagus.

Blog tidak bisa terkenal, mungkin karena tidak sesuai dengan passion kita. Bisa juga salah strategi dalam mempromosikan. Yang paling mungkin adalah tulisan kita memang tidak bagus.

Jadi jangan salahkan mereka. Jangan tambah situasi ruwet dengan marah-marah. Anda bisa jadi orang yang tidak sukses dan jomblo sekaligus.

3. Jangan Banting Komputer atau Gadget Anda


Bete sih bete. Gondok sih gondok. Tapi, membanting gadget atau komputer yang digunakan ngeblog mah nambah kerugian saja.

Komputer dan gadget bisa dipergunakan untuk menulis surat lamaran pekerjaan. Sama saja kok peluangnya untuk mendatangkan kesuksesan. Email di komputer bisa jadi alat promosi barang dagangan untuk mencari uang.

Yang pasti, kalau dibanting Anda tidak bisa membuat blog baru lagi. Susah kan?

4. Jangan Jadi Malas dan Mengurung Diri

Biasanya orang patah hati akan malas berbuat apapun. Seluruh dunia seperti memusuhi Anda. Jadi rasanya malas berbuat sesuatu dan enakan mengurung diri di dalam kamar.

Jangan lakukan ini. Keluarga Anda akan marah-marah melihat tingkah laku malas ini. Siapa yang mau cari nafkah untuk bayar listrik, ledeng dan beli makanan kalau Anda malas. Kalaupun masih tinggal dengan orangtua, mengurung diri dalam kamar nyusahin yang mau beresin kamar.

Lagi pula, kemalasan terbukti tidak menghasilkan apa-apa kecuali masalah yang menumpuk.

5. Jangan Putus Asa

Roma tidak dibangun dalam semalam. Kegagalan adalah sukses yang tertunda. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Anda mungkin melihat blog yang Anda kelola saat ini belum banyak pengunjung. Siapa tahu 100 tahun lagi, blog itu jadi barang antik dan catatan sejarah yang dikelola cicit buyut kita. Barang bersejarah.

Apa yang Anda tanam tidak akan sia-sia kalau dilakukan setulus hati. Meskipun yang merasakan buahnya mungkin bukan Anda, tetapi orang lain. Berpikir positif lah!



Selasa, 12 Juli 2016

Guru Mencubit Murid, Bisakah Diterima?

Guru mencubit murid menjadi tren dua bulan terakhir. Dunia maya dan dunia nyata di Indonesia seperti terbelah menjadi dua kubu, pro dan kontra.

Efeknya sempat menyebabkan pemeran Habibie dalam film Rudie Habibie sempat menjadi sasaran bully para netizen. Beritanya di sini.

Walau kasusnya seperti mulai mereda, tetapi sebenarnya sisa atau residu kasus tersebut meninggalkan sebuah pertanyaan cukup besar.

Bolehkah seorang guru mencubit muridnya? Bisakah diterima seorang guru mencubit sebagai hukuman kepada muridnya yang bandel?

Bolehkah seorang guru mencubit murid?

Kalau pertanyaannya dimulai dengan kata "boleh" yang artinya sama dengan "bisa", maka jawabnya tidak boleh.

Disini yang harus dilihat adalah aturan atau hukum yang ada.

Indonesia sudah memiliki panduan jelas dalam hukum berupa Undang Undang no 23 tahun 2002 yang telah mengalami perubahan di UU no 35 tahun 2014 mengenai Perlindungan Anak. Pada UU yang disebutkan terakhir pasal 13 berbunyi :

setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan:
a.    diskriminasi;
b.    eksploitasi, baik ekonomi maupun seksual;
c.    penelantaran;
d.    kekejaman, kekerasan, dan penganiayaan;
e.    ketidakadilan; dan
f.     perlakuan salah lainnya.


Kata penganiayaan bisa dimaknai perbuatan yang sengaja untuk menimbulkan rasa sakit.

Jadi, meskipun mencubit bisa dianggap hal kecil, tetapi jelas itu menimbulkan rasa sakit pada yang dicubit. Hal itu bisa dikata memenuhi unsur seperti yang tertera pada undang-undang.

Bisakah diterima seorang guru mencubit murid?

Adanya pro dan kontra mengenai hal ini menunjukkan adanya sebagian masyarakat yang "bisa menerima" hukuman seperti itu dilakukan untuk mendisiplinkan.

Tidak aneh sebenarnya.

Kalau diingat pengalaman pada masa sekolah dulu, dijewer, dicubit, bahkan dipukul memakai rotan adalah bagian dari pendisiplinan. Saya sendiri pernah mengalami antara tahun 1970-1990-an.

Bukan sesuatu yang luar biasa mencubit itu. Orangtua pun biasanya memaklumi kalau mendengar anaknya dicubit oleh gurunya di sekolah karena lupa membuat PR. 

Itu sebuah tindakan biasa di masa lalu.


Para orangtua menganggap bahwa dengan menyekolahkan anak, maka ada sebagian kecil wewenang orangtua yang diserahkan kepada pihak sekolah. Termasuk diantaranya adalah dalam hal memberikan hukuman. Orangtua pada masa itu sudah biasa mencubit, menjewer, menampar atau memukul dengan ikat pinggang.

Oleh karena itu, masih banyak masyarakat Indonesia yang masih "bisa" menerima tindakan guru mencubit murid. Berbeda kalau menampar atau memukul, dimana mayoritas pasti akan mengajukan keberatan.

Bagaimana kalau ada orangtua yang tidak bisa menerima guru mencubit murid?

Itupun wajar. Pola didik masa kini sudah bergeser banyak dibandingkan tahun 1970-1990-an. Para orangtua semakin sadar bahwa kekerasan pada anak tidak membawa kebaikan bagi sang anak. Yang ada adalah rasa sakit pada orang yang disayanginya.

Mereka mulai jarang memberikan hukuman fisik kepada anak mereka.

Hal ini ditunjang dan tertuang dalam UU Perlindungan Anak. Jadi, bisa dikata negara mewakili rakyat menghendaki terjadinya perubahan pada masyarakat agar semakin melindungi anak mereka. Apalagi masa kini juga terlalu banyak kasus kekerasan kepada anak yang menyebabkan luka dan bahkan kematian. Itulah hal yang ingin dikurangi di negara ini.

Transisi dan Pergeseran Nilai/Norma


Kasus guru mencubit murid yang jadi heboh ini hanyalah menunjukkan sebuah masa transisi. Transisi dari pola lama yang mengizinkan "kekerasan" terbatas menjadi "tidak mengizinkan" sama sekali. Pergeseran norma dan nilai dalam masyarakat.

Hal ini mungkin harus diwaspadai oleh para guru. Mereka tidak bisa mengeneralisasi bahwa semua orang akan bisa menerima tindakan mencubit atau melakukan kontak fisik kepada peserta didik. Mereka berada pada posisi di tengah arus perubahan nilai dan norma.

Sebuah kesalahan seperti ini bisa menyebabkan masalah bagi diri mereka. Padahal niatnya baik.

Jadi, Ernest Prakasa benar dong? Yap. Secara teoritis dia tidak salah.  Tetapi, dia juga salah! Salah dalam membaca pergeseran norma. Ia menganggap bahwa semua orang sudah berubah cara berpikirnya, tetapi kenyataannya masih banyak orang yang menganggap guru mencubit murid adalah salah satu cara mendisiplinkan anak didik.

Apalagi belakangan banyak sekali anak yang menjadi "liar" dan susah diatur. Sebagian masyarakat menganggapnya sebagai hasil dari pendidikan yang terlalu "lemah" dan kurang keras. Dengan situasi yang seperti ini, mereka akan mendukung tindakan hukuman dengan "kontak fisik" terbatas pada anak didik.

Sesuatu yang salah dibaca oleh sang pemeran Habibie.

Hal lain yang salah dilakukannya adalah mengatakannya secara terbuka di sos med. Ini mah salah sendiri. Rupanya dia lupa, ketenaran itu justru membutuhkan pertimbangan yang matang kalau mau angin badai tidak menerpa. Media sosial bisa memberi keuntungan tetapi juga bisa merugikan kalau salah mengelolanya.

Salah sendiri eta mah

Gitu aja guys and gals pandangan saya tentang kasus guru mencubit murid.



Minggu, 10 Juli 2016

Tips Mudik Nyaman Dengan Kendaraan Pribadi Itu Menyesatkan

"Tips Mudik Nyaman Dengan Kendaraan Pribadi". Itu judul salah satu artikel di sebuah blog.

Salah satu dari sekian banyak tulisan yang dibuat menjelang dan selama Hari Raya Idul Fitri di Indonesia. Tulisan yang sebenarnya merupakan repro dari tulisan-tulisan sejenis yang dibuat memanfaatkan situasi.

Tahun sebelumnya sudah banyak tulisan bernada sama terbit. Tahun ini tidak kurang yang merubah sedikit saja tulisan tahun sebelumnya. Tahun depan, jangan harap tulisan sejenis ini tidak keluar.

Kesemuanya memang memanfaatkan momen. Kebiasaan. Demi mendatangkan trafik tulisan kuno nan basi pun akan terus diolah ulang dan dibedakan sedikit saja.

Sayangnya, saya pikir justru tulisan seperti itu MENYESATKAN.

Betul sekali. Terdengar sadis tetapi memang itu peandapat saya. Membaca judulnya saja, saya langsung berpandangan bahwa penulis artikel di blog itu tinggal di negara Antah Berantah dimana tidak ada tradisi mudik. Bisa jadi pula si penulis adalah orang yang tidak pernah ikut dalam tradisi mudik itu.

Berbagai tips Mudik Nyaman yang terdengar keren dan masuk akal itu sama sekali tidak berdasarkan kenyataan. 

Coba kita bayangkan beberapa hal seperti ini

Kemacetan

Mudik tanpa mengalami kemacetan panjang seperti sayur tak digarami. Ini kenyataan dan tidak bisa terbantahkan. Kemacetan panjang hingga puluhan jam adalah bagian dari ritual mudik tersebut.

Berada dalam kemacetan yang panjang jelas bukan sesuatu yang NYAMAN.

Terjebak Dalam Kendaraan

Duduk dalam sebuah kendaraan, walau merek yang paling mahal sekalipun, tetaplah akan membuat punggung dan pinggang akan terasa kaku dan pegal. Bohong besar kalau bisa diatasi hanya dengan menaruh bantal, mendengarkan musik atau tidur.

Semua ada batasannya.

Perjalanan Yang Panjang

Berapa jam rata-rata yang ditempuh untuk melakukan perjalanan mudik? Tergantung pada strategi dan pengaturan waktu serta jalan yang harus ditempuh, rata-rata antara 5-48 jam. Kalau Anda menuju kota-kota di Jawa Tengah, biasanya menghabiskan waktu 16-48 jam.

Bagaimana rasanya mengendarai sebuah mobil (atau motor) selama itu? Kalau ada yang mengatakan yyaman berarti ia sedang mengatakans sebuah omong kosong.

Itu adalah alasan mengapa saya bilang artikel berisi berbagai tips mudik nyaman itu sebenarnya adalah omong kosong dan menyesatkan. Sama sekali tidak berdasarkan pada perhitungan riil dan kenyataan di lapangan.

Mudik adalah sebuah petualangan.

Tidak bisa mengharapkan kenyamanan selama melakukannya. Bahkan justru yang bisa dipastikan adalah banyak sekali tantangan dan hambatan yang akan ditemui. Kalau seseorang mengharapkan nyaman selama mudik, mungkin sebaiknya jangan mudik saja. Hal itu tidak akan pernah ditemui.

Yang menjadikan orang Indonesia sangat kecanduan mudik bukanlah pada kata nyaman. Tetapi, mereka melihat bahwa hasil dari perjalanan yang panjang itu akan ditemukan di akhir perjalanan.

Bertemu dengan keluarga dan sanak saudara yang sudah lama tidak bersua. Mendengarkan suara orang-orang dekat yang lama tidak di dengar. Bercengkerama dengan kakak, adik, nenek, kakek, bibi, paman yang tidak setahun dua ditemui. Itulah pemacu mengapa mudik adalah sebuah hal yang seperti candu.

Meskipun mereka tahu perjalanan akan penuh dengan tantangan, hambatan dan ketidaknyamanan, mereka akan tetap melakukannya, dengan sepenuh hati. Ada reward yang begitu berharga di ujung perjalanan.

Tips Mudik Nyaman, buat saya, hanyalah sebuah omong kosong nan menyesatkan. Penulis artikel jenis ini seperti ingin meninabobokan pembaca dengan mimpi kalau mereka mengikuti saran dalam artikel, perjalanan mudik mereka menjadi nyaman. Padahal kenyataannya akan jauh panggang dari api. Berbeda sekali.

Penulis tulisan ini lebih mementingkan adanya pengunjung yang datang ke blog mereka.

Sabtu, 09 Juli 2016

Jangan Pedulikan Pembaca Ketika Menulis Kalau Ingin Memiliki Tulisan Berkarakter

Tags
Pembaca adalah segalanya. Paling tidak itu adalah paradigma yang tertanam dalam pikiran mayoritas blogger. Kecuali seseorang menulis hanya untuk kesenangan pribadi, semua usaha dan daya upaya akan dicurahkan untuk menghasilkan artikel yang bisa "memuaskan" pembaca.

Meskipun demikian, pengalaman singkat menjadi seorang blogger telah mengajarkan sesuatu yang sangat bertentangan dengan paradigma tersebut. Saya justru berpikir yang terbaik pada saat menulis adalah dengan tidak mempedulikan pembaca.

Sindrom Anti Mainstream? Mungkin, tetapi pengalaman menulis dengan tujuan memuaskan dan membahagiakan orang lain memberikan tekanan tersendiri. Ada perasaan terkungkung dan terikat pada hal itu.

Cobalah kita bayangkan saja.

Apa yang harus kita lakukan untuk menyenangkan boss atau atasan di kantor? Sudah pasti haruslah dengan menunaikan pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan secara tuntas dan baik. Kalau kita gagal melaksanakannya, sudah pasti muka cemberut nan asem akan ditunjukkan. Tidak jarang, kita sudah merasa melakukannya dengan sepenuh hati tetap saja dianggap kurang.

Begitu pula, bila kita sebagai seorang customer service. Semanis apapun senyum kita dan panjang penjelasan yang diberikan kepada pelanggan, tidak pernah menjamin sang pelanggan akan langsung merasa puas. Tetap saja ada kemungkinan mereka menganggap kita tidak memberikan APA YANG MEREKA MAU.

That's the fact.

Karena pada dasarnya, kita, manusia tidak akan pernah bisa membaca apa yang ada di pikiran orang lain. Seorang karyawan tidak mungkin secara tepat bisa menjabarkan kemauan sang bos. Seorang customer service juga demikian, ia tidak bisa secara tepat mendapatkan gambaran yang tepat tentang yang dikehendaki sang pelanggan.

Mereka hanya bisa menduga berdasarkan pengalaman, data, kebiasaan, serta standar operasi yang ada. Hal itu hanya memperbesar kemungkinan untuk mendapatkan kepuasan bagi orang lain. Sama sekali tidak bisa menjamin, meskipun banyak slogan tentang jaminan kepuasan pelanggan.

Lalu bagaimana dengan seorang blogger?

Seorang karyawan akan mendapatkan penjelasan dan arahan serta buku panduan dalam melaksanakan tugas. Apalagi kalau perusahaannya sudah disertifiasi ISO. Begitu pula seorang yang berada di belakang meja customer service, mereka pasti sudah menerima berbagai pelatihan dan tentu saja manual dalam menghadapi pelanggan.

Sementara blogger tidak memiliki data dan pelatihan seperti itu. Tidak mungkin seorang blogger bisa mengetahui secara tepat dan pasti apa yang dikehendaki pelanggan. Mission Impossible, walaupun banyak blogger senior mengatakan hal tersebut bisa dilakukan dengan mengamati.

Tidak mungkin.

Itulah yang menimbulkan tekanan tersendiri pada saat menulis. Akankah tulisan saya dibaca orang lain? Akan kah artikel ini menarik dan bisa membuat pengunjung membuka halaman lainnya? Akankah pembaca tersebut akan kembali untuk membaca tulisan lainnya?

Semua itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang timbul ketika menulis.

Pertanyaan-ertanyaan yang tidak jarang menyurutkan dan menghilangkan mood menulis. Sebuah tekanan.

Padahal, kalau kita kembali ke awal blog atau weblog dilahirkan, media ini dipergunakan untuk menyampaikan ide si blogger. Ya, blog awalnya adalah media untuk menuangkan ide. Tidak sama sekali ditujukan untuk "MEMUASKAN PEMBACA".

Dalam perkembangannya ternyata blog berkembang sedemikian pesat. Blog menjadi lebih mirip sebuah bisnis media dimana semua hal harus diperhitungkan untuk memuaskan orang lain. Ide yang disampaikannya pun seringkali tidak orisinal dan datang bukan dari diri sang penulis.

Kebanyakan blogger juga sudah tidak lagi berorientasi pada penyampaian ide, tetapi lebih pada sisi pencapaian target. Blog "harus" dikunjungi ribuan pembaca.

Hal-hal seperti itulah yang menyebabkan yang justru akhirnya menjadi hambatan psikologis dalam diri seorang blogger. Tekanan yang selalu dihadapi ketika sebuah blog ditargetkan untuk "sukses". Tekanan yang pada akhirnya menjadi hambatan tersendiri dalam melahirkan artikel-artikel yang enak dibaca.

Dengan tekanan seperti itu, seorang blogger tidak lagi bebas dalam pemikiran. Tidak lagi bebas menetapkan gaya yang dimau. Tidak lagi berada dalam mood yang membuatnya nyaman berekspresi.

Hasilnya, sebuah tulisan yang tidak memiliki ciri khas. Tidak memiliki karakter. Tidak mencerminkan diri sang blogger.

Bagaimana bisa melahirkan tulisan berkarakter, jika yang mereka tulis hanyalah dibuat untuk memenuhi dan memuaskan keinginan orang lain?

Oleh karena itu, jangan pernah pedulikan pembaca jika ingin tulisan Anda memiliki ciri khas yang mencerminkan diri Anda. Berbuat saja yang terbaik sesuai yang Anda bisa dan sesuai dengan ide di kepala Anda. Bukan dengan menebak ide yang ada di kepala "calon" pembaca yang kita sama sekali tidak bisa menebak dengan tepat.

Mudik Horor ? Setiap Tahun Juga Terjadi

Indonesia heboh dengan suasana mudik Lebaran di tahun 2016 ini. Beberapa media luar negeri seperti BBC juga ikut menyiramkan bensin ke api yang sedang menyala dengan mengeluarkan berita tentang mudik horor di Brexit (Brebes Exit).

Heboh.  Dan semakin heboh.

Banyak pihak yang sebelumnya memang sudah benci dan tidak suka pada kepemimpinan Jokowi seperti mendapat amunisi untuk mencerca.

Beban kesalahan semua ditimpakan semua pada Presiden RI yang mantan pengusaha mebel ini. Ia dianggap tidak mampu membangun infrastruktur secara cepat untuk menghindari masalah tersebut. Padahal kalau dipikir ulang untuk membangun sebuah jalan tol paling tidak diperlukan waktu 3-4 tahun. Jadi, seharusnya presiden pendahulunya juga harus ikut menanggung beban karena tidak memulai pembangunan akses jalan tol pada masa pemerintahannya.

Yah. Itulah Indonesia. Kalau tidak heboh karena hal-hal "kecil" atau "biasa", bukanlah Indonesia.

Dua belas orang meninggal dunia saat terjebak kemacetan di gerbang tol Brexit sebuah hal kecil? Tidak. Ini adalah sebuah masalah. Harus ditemukan pemecahan sesegera mungkin.

Tetapi, bukan hal yang LUAR BIASA.

Setiap tahun ratusan , bahkan ribuan nyawa melayang saat menjalani prosesi mudik Lebaran. Alasannya berbagai macam, biasanya dan masih menjadi mayoritas utama, karena kecelakaan lalu lintas. Silakan cek saja data korban saat mudik lebaran.

Jadi, memang hampir bisa dipastikan akan selalu jatuh korban setiap tahunnya saat menjalankan tradisi mudik.

O ya. Tidak perlu menjadi ahli transportasi. Orang awam sekalipun, seperti saya ini, akan bisa memperkirakan hal tersebut.

Setiap tahun.

Tahun yang lalu terjadi. Tahun ini juga sudah dan sedang terjadi. Tahun depan, hampir bisa dipastikan akan terulang kembali.

Jutaan orang bergerak bersamaan dan menuju hanya ke beberapa titik saja. Jarak ratusan bahkan ribuan kilometer harus ditempuh.  Kedisiplinan yang masih rendah dalam berlalu lintas. Semua membentuk kombinasi yang sangat memungkin terjadinya korban. Tinggal tunggu saja berapa jumlahnya.

Yang membuat heboh dan julukan "mudik horor" keluar adalah karena di satu titik kecil,Gerbang Tol Brexit,  pada saat hampir bersamaan jatuh korban jiwa 12 orang. Itu saja. Secara total mungkin saja total jumlah korban jiwa pada saat mudik lebaran tahun ini akan lebih rendah, tetapi sorotan masyarakat sudah memvonis dengan keluarnya istilah mudik horor.

Padahal setiap tahun juga mudik horor itu terjadi. Selalu memakan korban dalam jumlah cukup besar. Cukup mengherankan kalau tahun-tahun sebelumnya tidak ada istilah mudik horor mengingat nyawa yang melayang juga banyak sekali. Beritanya juga bisa ditemukan dengan mudah di situs berita manapun.

Jadi mengapa harus heboh sebenarnya. Tidak ada yang aneh. Apakah hal itu akan menyurutkan masyarakat Indonesia untuk melakukan mudik tahun 2017?

Tidak akan.

Jumat, 08 Juli 2016

Penghasilan Adsense Menurun Saat Lebaran

Tags

Anda salah seorang publisher Adsense di Indonesia? Kalau Anda sampai ke artikel ini dan membacanya besar kemungkinan Anda adalah seorang Adsense Publisher. Kalau tidak, rasanya artikel yang spesifik ini tidak akan menarik perhatian Anda. Bukan begitu?

Nah, Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah baru saja berlalu. Hampir pasti Anda segera memperhatikan grafik pendapatan dan klik yang terjadi di hari besar tersebut. Heran kah Anda melihat kalau penghasilan Adsense menurun tepat di dua hari Lebaran tersebut? Padahal Anda melihat pula grafik pengunjung (terutama bila blog Anda tentang wisata atau makanan) naik.

Kalau Anda heran, bila blog Anda memakai bahasa Indonesia, saya sarankan "Jangan".

Ini pengalaman setelah melalui dua kali Lebaran sebagai Adsense Publisher. Kecenderungannya memang selalu demikian setiap tahun.

Tentu hal tersebut bertentangan dengan berbagai teori bahwa kenaikan jumlah pengunjung biasanya berimbas pada kenaikan jumlah klik iklan. Sayangnya, teori tersebut tidak seratus persen tepat karena beberapa hal.

Hal-hal yang saya maksud ini berkaitan dengan kebiasaan yang sebenarnya bukan hanya ada di Indonesia, tetapi juga di negara lain dalam menyambut Hari Raya. Beberapa hal itu adalah :

Fokus Bukan Pada Belanja


Pada saat Lebaran atau Hari Raya, fokus utama adalah bersilaturahmi dengan keluarga, kerabat, teman,, kenalan dan lain sebagainya. Tentu, sulit untuk mengharapkan orang tertarik pada iklan kalau perhatian mereka tercurah ke hal lain

Masa Belanja Sudah Usai

 Saat Lebaran adalah saat untuk memakai apa yang sudah dibelanjakan dan bukan berbelanja. Jadi, pada saat itu minat belanja justru sedang berada pada posisi terendah.

Masa Liburan Belum Tiba

Memang secara resmi, Lebaran adalah hari libur, tetapi kenyataannya semua orang akan sibuk untuk pergi berkunjung atau mudik atau dalam perjalanan ke kampung halaman. Saat itu mereka masih beraktifitas yang bahkan memakan waktu lama.

Jadi, kemungkinan besar belum ada waktu yang bisa dipergunakan untuk mempertimbangkan sebuah pembelian.

Pengiriman Akan Tertunda

Bahkan mereka yang terbiasa berbelanja secara online pun menyadari bahwa pengiriman barang akan memakan waktu yang lebih lama dari biasanya. Seperti sudah menjadi rahasia umum bahwa transportasi di Indonesia akan terganggu selama masa liburan Lebaran.

Bukan hanya karena jalanan macet tetapi juga karena banyak jasa pengiriman barang atau kurir juga untuk sementara meliburkan operasinya. Hal ini tentu akan mengganggu pengiriman barang yang dipesan.

Oleh karena itu biasanya pembeli online akan menunda pembelian hingga transportasi dan pengiriman barang kembali normal. Jadi mereka meskipun tertarik akan menunda proses pembelian atau bahkan sekedar melihat apa yang bisa dibeli.

Jadi, itulah mengapa saya pikir kalau penghasilan adsense menurun saat Lebaran bukanlah hal yang harus ditakuti atau diherankan. Semua ini menyesuaikan dengan situasi di kehidupan masyarakat Indonesia.

Biasanya beberapa hari setelah hari besar itu terlewati, pergerakan grafik pendapatan adsense akan eberangsur normal seiring dengan normalnya kehidupan masyarakat.






Istilah Fotografi : EXIF DATA atau EXIF INFORMATION Bisa Menghindari Tertipu

Tags

Apa itu EXIF data atau EXIF INFORMATION? Apa pentingnya?

Pernahkah Anda melihat sebuah foto yang sangat memukau tetapi feeling Anda mengatakan ada sesuatu yang kurang natural dari foto tersebut?

Pasti pernah. 

Di era digital masa kini sebenarnya hal tersebut bukanlah aneh. Sebuah foto sangat mudah diotak-atik dan disesuaikan dengan ide dan image yang ingin ditampilkan. Seorang yang jerawatan bisa saja terlihat menjadi mulus kulitnya atau seseorang menjadi terlihat sangat putih padahal model aslinya kulitnya coklat.

Semua itu bisa dilakukan dengan software photo editting.

Kalau Anda penasaran tentang seberapa asli foto yang memukau tersebut, tentu sulit untuk menanyakan langsung kepada modelnya. Apalagi kalau modelnya adalah binatang atau benda mati, mereka tidak akan bisa berbicara. Betul tidak?

Nah, sebenarnya hal tersebut bisa dilakukan dengan memanfaatkan komputer Anda dengan melihat yang namanya EXIF DATA atau EXIF INFORMATION.

EXIF DATA atau EXIF INFORMATION


EXIF adalah singkatan dari Exchangeable Image Format.

Data ini tidak akan terlihat pada foto yang dihasilkan kamera. Tetapi, setiap foto yang dihasilkan oleh kamera digital akan menyimpan data ini dalam setiap fotonya.  Setiap foto.

Data yang tersimpan sangat lengkap. Ada data kapan foto diambil, ada data ISO, Aperture, Shutter Speed dan masih banyak lagi data yang disimpan.

Contohnya, untuk foto asli anggrek bulan seperti yang ada di atas memiliki exif data seperti screenshot di bawah ini :

Dari sini Anda bisa melihat berbagai data dari foto tersebut dan bagaimana saya mengatur setelan kamera supaya bisa menghasilkan foto seperti itu.

Apa Pentingnya Mengetahui EXIF Data?

Teknis Pengambilan Foto
 
Bagi seorang penggemar fotografi data-data ini sangat berharga.

Dengan data-data ini , seorang fotografer bisa meniru teknik mengambil gambar dan settting kamera. Bila ia menghendaki.

Apalagi bagi yang baru saja belajar fotografi. Mereka bisa meniru bagaimana seorang fotografer kawakan menghasilkan gambar yang memukau.

Hasil Modifikasi atau Tidak

Dengan melihat EXIF Data kita juga bisa melihat sejarah perjalanan foto tersebut.

Memanfaatkan banyak sekali applikasi gretis yang bisa di download internet, maka bisa terlihat apakah sebuah foto sudah mengalami pengeditan atau memang begitu adanya.

Salah satu software gratis yang saya sarankan adalah Photo Data Explorer. Gratis tidak berbayar dan tanpa iklan. Silakan download di sini . Mudah sekali. Hanya perlu download dan langsung dipergunakan tanpa harus menginstall.

Sebagai contoh pemanfaatan software Photo Data Explorer ini adalah sebagai berikut.

Untuk itu saya buatkan sebuah foto yang sudah mengalami pengeditan. Foto asalnya berasal dari foto yang sama dengan yang di paling atas. Bisakah Anda menemukan perbedaan antara keduanya?


Lalu saya buka kedua foto tersebut untuk melihat EXIF data keduanya. Dan hasilnya adalah sebagai berikut

Screenshot Foto#1
:


Screenshot Foto#2

Perhatikan yang diberi kotak warna merah!

Pada foto pertama tercantum : Digital Camera Fuji Finepix HS 35EXR
Pada foto kedua tercantum : Photoscape

EXIF Data foto pertama menyebutkan "Digital Camera+ beserta merk camera yang dipergunakan. EXIF Information foto kedua tidak ada. Yang tercantum adalah Photoscape, salah satu software yang biasa digunakan untuk emngutak atik kamera. Selain itu masih ada beberapa hal lainnya yang menunjukan perbedaan, tetapi dengan memperhatikan yang satu ini maka kita bisa mengetahui apakah fotonya sudah diedit atau belum.

Bahkan, tanpa perlu ada foto aslinya. Bila foto yang asli dan langsung keluar dari kamera akan tercantum Digital Camera sedangkan yang sudah diedit tidak akan ada informasi ini.

Itulah salah satu guna mengetahui EXIF Data sebuah foto. Anda tidak akan langsung terpukau dan jatuh cinta pada seseorang yang Anda kenal hanya lewat fotonya di jejaring media sosial.

Anda bisa melakukan pengecekan dulu apakah memang ia secantik atau seganteng fotonya dengan cara melihat apakah fotonya sudah diedit atau belum. Kalau sudah diedit, berarti Anda paling tidak mengetahui bahwa aslinya tidak akan sebagus fotonya.

Cara lain melihat EXIF Data

Kalau Anda hanya perlu untuk belajar saja, ada cara lain yang lebih sederhana walau tetap memerlukan komputer dengan operasi Windows.

Salah satu aplikasi inti Microsoft Windows, yaitu Windows Explorer bisa menunjukkan EXIF Data dari sebuah foto. Caranya :

  • Buka Windows Explorer
  • Sorot foto yang hendak dicek
  • Klik Kanan dan pilih "Properties"
  • Pilih "Details"
EXIF data foto yang dimaksud akan tampil di layar monitor.

Sayangnya, cara ini tidak bisa menunjukkan apakah foto tersebut sudah diedit atau belum. Data yang ditampilkan masih sama antara foto yang belum dan sudah diedit. Padahal hal ini penting untuk proses belajar.

Bayangkan, Anda sudah coba meniru semua settingan dari sebuah foto tetapi ternyata hasilnya jauh dari harapan dan foto yang Anda lihat. Padahal kalau berdasarkan hasil ck EXIF di Windows Explorer sudah sama.

Lalu dimana bedanya?

Kalau kita mengetahui sebuah foto sudah mengalami pengditan, hal itu bisa dihindari. Settingan foto yang sudah diedit seharusnya tidak sama dengan yang keluar dari kamera digital. Jadi datanya seharusnya berubah. Sesuatu yang tidak bisa ditunjukkan kalau hanya memakai Windows Explorer.

Nah, dengan memanfaatkan tool atau aplikasi seperti Photo Data Explorer tadi kita bisa melihat dengan lebih detail apakah sebuah foto sudah diedit atau belum. Kalau sudah diedit, lebih baik kita tidak melakukan settingan sesuai dengan fotonya karena data tersebut tidak akan sesuai dengan data di kamera. Hasilnya juga tentu akan jauh berbeda.

Itulah salah satu poin mengapa penting mengetahui EXIF Data sebuah foto.

Mudah-mudahan bermanfaat.



Selasa, 05 Juli 2016

Kesusahan Bagi Seseorang Keuntungan Bagi Yang Lain - Homo Homini Lupus! Kasus Mudik Brexit 2016

Membaca berita terkait dengan petaka mudik 2016 di kawasan Brebes menimbulkan rasa trenyuh sendiri dalam hati. Sebegitu parah kah kepedulian masyarakat Indonesia terhadap sesamanya?

Silakan bacanya di sini.

Dalam berita dari detik.com tersebut diceritakan bahwa di tengah kemacetan panjang dan ratusan mobil terancam mogok karena kehabisan bahan bakar, ternyata ada warga yang menawarkan bensin Pertamax seharga Rp. 50.000/liter.

Wow.

Harga Pertamax saat ini adalah Rp. 7,650/liter. Bahkan di masa minyak dunia mencapai titik tertinggi, harga bahan bakar Pertamina beroktan 92 itu paling tinggi berkisar antara Rp. 10.000-11.000 saja.

Berarti harga yang ditawarkan oleh sang warga hampir 8 kali lipat harga berlaku dan 5 kali harga tertinggi yang pernah tercapai.

Kepedulian Yang Menipis - Homo Homini Lupus (Manusia adalah Serigala Bagi Manusia Lainnya)

Wajar kah hal itu? Menurut hukum ekonomi, wajar! Kelangkaan sesuatu akan berimbas pada tingginya harga. Demikian juga dalam kasus kali ini, terjebak di dalam kemacetan panjang dan tidak jelas kapan berakhir membuat bahan bakar akan terus menipis dan lama-lama akan habis. Bisa dipastikan kendaraan akan mogok kalau tidak segera mendapat suplai.

Mau tidak mau, para pemudik yang tidak ingin kendaraannya mogok harus berpikir cara mendapatkan bensin sebelum habis.

Jadi, dengan pilihan yang sangat terbatas, mau tidak mau mereka tidak memiliki pilihan lain.

Sayangnya, di sisi yang lain, hal itu menunjukkan satu hal. Semakin menipisnya kepedulian orang Indonesia terhadap sesama yang sedang berada dalam kesulitan.

Bayangkan saja, berada dalam kemacetan mudik yang mencapai puluhan kilometer, terancam masalah lebih besar , kendaraan mogok sudah jelas menunjukkan kesulitan yang mereka hadapi. Ternyata hal tersebut tidak menyurutkan orang lain untuk terus mengeruk keuntungan dari kesulitan yang mereka hadapi.

Too bad.

Sesuatu yang sangat mengenaskan ketika seseorang mengeruk keuntungan dari bencana atau musibah yang orang lain sedang hadapi. Meskipun hal itu secara teori ekonomi pasar sesuatu yang wajar, tetapi mengeruk keuntungan dari musibah orang lain adalah sesuatu yang secara etika sangat TIDAK PANTAS.

Bahkan di negara maju, usaha seperti itu dapat dikenakan sanksi hukum. Seorang yang berada dalam kesulitan bukanlah obyek untuk diperas tetapi harus ditolong. Manusia diatur agar tidak mengail di air keruh dan memanfaatkan kesengsaraan orang lain.

Tentu saja, para pemudik yang sedang terjebak tersebut akan mengerti bahwa harganya akan di atas normal. Kondisinya sangat luar biasa mendesak. Juga mereka menyadari bahwa ada ongkos lebih yang harus dibayar.

Tetapi, menaikkan harga 8 kali lipat adalah tindakan di luar kewajaran. Bisa dikategorikan sebagai pemerasan.

Sayangnya, di negara ini belum ada hukum yang mengatur hal seperti itu. Jadi, banyak orang tak berperasaan dapat terus mengeruk keuntungan dari kesusahan orang lain.

pepatah Homo Homini Lupus atau Manusia adalah serigala bagi manusia yang lain. Bencana Bagi Seseorang merupakan keuntungan bagi orang lain.

Pathetic. Menyedihkan. Mengenaskan.

Penurunan Trafik Blog Saat Libur Lebaran? Normal Kah?

Tags
Kalau Anda menanyakan "Mengapa saat libur lebaran terjadi penurunan trafik blog?", berarti Anda belum setahun ngeblog.

Kalau sudah lebih dari setahun, pasti Anda sudah mengerti bahwa itu adalah bagian kehidupan blogger di Indonesia. Mau tidak mau, dunia blogging di Indonesia akan terpengaruh dengan situasi di dunia nyata.

Menjelang lebaran adalah saat yang paling sibuk bagi semua orang. Bahkan untuk yang non muslim sekalipun kedatangan Hari Kemenangan Umat Islam ini akan mempengaruhi kehidupan mereka.

Ada yang sibuk mencari baju baru. Banyak yang harus sibuk wara-wiri di dapur, memasak. Tidak sedikit yang sedang pening kepalanya memikirkan THR yang tidak turun-turun. Dan yang paling umum adalah banyak orang yang sedang dalam perjalanan mudik ke kampung halaman.

Sibuk bro. First thing first.

Dengan kondisi demikian, jarang yang punya waktu luang untuk melihat tulisan-tulisan yang biasa mereka baca. Seberapapun mereka menyukai tulisan Anda atau kita, tidak akan melebihi rasa sayang mereka pada keluarga mereka. Seberapapun menariknya artikel dan gaya bahasa yang dipakai, tidak sebanding dengan keselamatan perjalanan mudik. Daripada mereka membaca blog atau artikel kita, bagi mereka yang sedang mudik, lebih baik waktunya dipakai untuk beristirahat.

Iya ga sih.

Jadi bro, sis. Karena sekarang menjelang Lebaran, daripada mempertanyakan mengapa terjadi penurunan trafik pengunjung pada blog, lebih baik teruskan memasak ketupat di dapur. Jangan sampai gosong.

Setrika baju baru, supaya besok yang melihat akan terkagum pada Anda dan bersedia memaafkan semua kesalahan Anda.

Nikmati Lebaran dan kebahagiaan di dalamnya. Jangan terus menerus sibuk mengurus blog.

Perlukah IKut Komunitas Blogger?

Tags
Terus terang. Saya akui. Ketika pertama kali mulai membangun blog, saya berpikir bergabung dengan komunitas blogger merupakan salah satu yang wajib dijalani.

Tindakan ini saya lakukan sesuai dengan beberapa artikel dari blogger tutorial yang menyebutkan bahwa bergabung dengan salah satu komunitas blogger, baik di dunia maya atau versi offline, akan membantu perkembangan blog dan bloggernya.

Sempat selama beberapa bulan, sebagian waktu tercurahkan untuk membangun relasi dengan sesama blogger di komunitas blogger dunia maya. Kalau yang versi darat-nya tidak saya coba karena keterbatasan waktu. Lumayan sebenarnya karena terjalin perkenalan dengan beberapa blogger dari dalam dan luar negeri.

Cukup menyenangkan.

Hingga kemudian saya berpikir ulang tentang hal itu. Timbul pertanyaan, apa keuntungan saya dengan ikut Komunitas Blogger tersebut?

Tidak tulus ya. Kesannya memang demikian. Mau tidak mau dengan segala keterbatasan, terutama waktu, saya harus berhitung untung ruginya. Kalau memang tidak memberikan sebuah nilai tambah yang positif terhadap perkembangan blog dan saya sebagai blogger, untuk apa dilanjutkan. Tidak ada faedahnya dan hanya membuang waktu.

Nah, ternyata, keputusan akhirnya adalah, saya tidak merasa perlu untuk ikut komunitas blogger yang manapun. Alasannya :

1. Kebanyakan Komunitas Blogger Online sering hanya menjadi tempat sampah link dari para anggotanya. Bisa dimaklum karena semua orang ingin terkenal dengan cepat. Mereka ingin melakukan promosi dimanapun, termasuk di dalam sebuah komunitas blogger.

2. Blogger, walau mereka juga pembaca, bukanlah kalangan yang menjadi target pasar blog yang saya kelola. Mereka biasanya hanya membaca karena iseng saja. Jadi hanya sedikit sekali penghasilan dalam bentuk kunjungan ke blog saya.

3. Bergabung dengan sebuah komunitas, dan menjalin komunikasi dengan para member lainnya, sudah pasti memerlukan waktu khusus. Entah itu untuk meninggalkan komentar. Entah itu untuk sekedar menyapa dan blogwalking ke blog mereka (ingat mereka juga blogger). Apalagi sebagai anggota baru yang harus lebih aktif melakukan pendekatan.

Semuanya memerlukan waktu. Alhasil, banyak jatah waktu tersita hanya untuk sekedar beramah tamah dan berbasa-basi.

4.Beberapa komunitas menetapkan syarat khusus sebagai anggotanya, salah satunya komunitas blogger di Bogor yang menerapkan persyaratan harus sudah pernah ikut kopdar. Padahal dengan segala keterbatasan waktu, yang mana bahkan untuk sekedar mengupdate blog saja sudah habis, keharusan untuk ikut kopdar adalah sebuah masalah.

5. Beberapa komunitas yang pernah saya coba masuki ada yang seperti menjadi grup eksklusif. Mereka seperti memandang remeh terhadap pemula. Padahal ide awal blogger adalah egaliter dimana ide yang bertebaran akan terhubung satu dengan yang lain, tanpa peduli baru, lama, senior dan junior.

Akhirnya, setelah pikir punya pikir, saya tidak melihat adanya benefit untuk ikut komnnitas blogger, baik di dunia maya atau di daratan. Bisa dikata, hasilnya sangat tidak seimbang dengan apa yang didapat. Saya akan rugi waktu terlalu banyak bila harus mengikuti saran para blogger senior, bergabung dengan komunitas blogger.

Saya tidak bilang tidak ada benefitnya ya. Sudah pasti setiap orang target dan tujuannya berbeda. Kalau memang tujuannya hanya untuk bersilaturahmi, saya pikir dengan blogwalking antar individu juga cukup. Tidak ada keterikatan dan keharusan mengikuti syarat-syarat yang diajukan pengelola komunitas.

Jadi, saya memutuskan untuk tidak bergabung dengan komunitas manapun.Kenyataannya, bukanlah sebuah keharusan untuk ikut Komunitas Blogger.

Mungkin jawaban Anda berbeda. Bukan sebuah masalah. Toh, standar penilaiannya berbeda-beda. Silakan saja kalau Anda menjawab dengan perlu.

Salah Kaprah ! Promosi Dari Mulut Ke Mulut Bukan SEO Off Page!

Tags

Memang betul salah kaprah! Cukup banyak blogger yang mengajarkan alias memberikan tutorial blogging kepada pemula dengan entengnya menyebut bahwa promosi blog dari mulut ke mulut adalah sebuah tindakan optimasi SEO atau Search Engine Optimization.

Logika yang mereka pakai adalah

"Promosi Mulut ke Mulut ==> Banyak Pengunjung ==> Peringkat di SERP (Search Engine Result Page) naik ==> SEO"

Sekilas terlihat benar.

Padahal, hal itu menunjukkan bahwa mereka yang menuliskan seperti itu sebagai tidak mengerti dengan baik apa yang mereka ajarkan kepada orang lain. Mungkin karena mereka hanya meng-copy saja dari blogger lain, bisa juga karena mereka memaksakan menulis sesuatu yang mereka tidak pernah mengalaminya sendiri.

Promosi Dari Mulut Ke Mulut bukan tindakan SEO atau Optimasi Mesin Pencari karena tujuan utama baik Promosi Off Line atau SEO adalah untuk mendatangkan pengunjung. Jadi tujuan keduanya adalah sama , yaitu untuk menarik pembaca ke blog. Keduanya bersifat promosi.

Perhatikan.

Pertama :


Kalau seseorang Anda beritahukan keberadaan blog milik Anda sebutlah "www.antahberantah.com" lalu apakah mereka akan masuk ke mesin pencari Google atau langsung menuju URL yang sudah diberitahukan. Jawabnya, sudah pasti mereka langsung menuju ke URL blog/website tanpa harus melewati mesin pencari.

Lalu dimana kaitan antara promosi mulut ke mulut dengan mesin pencari. Yang mendapat info sama sekali tidak melewati mesin pencari.

Kedua :

Tujuan akhir melakukan promosi itu apakah untuk SEO atau mendatangkan pengunjung? Kalau menurut penjelasan dari pakar SEO, SEO itu untuk menarik pembaca. Begitu juga dengan promosi dari mulut ke mulut. Keduanya memiliki tujuan akhir yang sama, , mendatangkan pembaca ke blog.

Itu tujuan akhirnya.

Bagaimana kalau tugas sudah selesai? Ya sudah. Cerita ditutup sampai disitu.

Nah, mengapa banyak para blogger "ahli" wannabe (yang pengen disebut ahli ini) mengatakan promosi dari mulut ke mulut tindakan SEO Off Page adalah karena semakin banyak pengunjung, maka posisinya akan semakin meningkat di mata mesin pencari.

Sebuah fakta bahwa blog yang semakin tua dengan pengunjung yang ramai seperti mendapat prioritas untuk ditampilkan di halaman pertama. Benar sekali. Ada efek menguntungkan dari sebuah blog yang banyak didatangi. Peringkatnya di mata mesin pencari lebih bagus.

Tetapi, pertanyakan lagi, apakah dipandang mesin pencari Google sebagai bagus sudah cukup, tujuan akhir? Pasti belum karena tujuan akhirnya kembali pada harapan agar pengunjung terus berdatangan. Kembali ke inti dasar promosi mulut ke mulut dan juga SEO, mendatangkan pengunjung.

Akan sangat lucu kalau Anda menyebut tujuan mendatangkan pengunjung/pembaca adalah untuk meningkatkan SEO. Anda akan ditanya, lalu tujuan menerapkan SEO apa? Mendatangkan pengunjung kan.

Terus terang, salah kaprah ini terus berkembang dan semakin dipervcaya banyak orang, terutama blogger pemula.  Mereka kemudian menulis lagi dengan seyakin-yakinnya tanpa menyadari bahwa promosi dari mulut ke mulut bukan SEO Off Page.

Padahal kalau menurut saya, artikel-artikel ini bak ditulis oleh Dewa Blogger yang mabuk SEO. Semua ditujukan untuk SEO. Chauvinistis!

Mereka akhirnya cenderung menyempitkan dunia blogging dan meluaskan dunia SEO lebih dari semestinya. Para blogger mabuk SEO ini seperti menempatkan dunia blogging sebagai bagian dari dunia yang mereka kuasai, dunia SEO.

Padahal kenyataannya terbalik.

Senin, 04 Juli 2016

Teori Adalah Sebuah Informasi Basi - Belajar Dari Bob sadino

Bob Sadino - Wikipedia

"Teori adalah sebuah informasi basi" - Bob Sadino
Sebelum Anda ngamuk kepada saya, perlu disampaikan bukan saya yang mengatakan. Orang yang mengeluarkan pernyataan ini adalah Bambang Mustari Sadino yang lebih dikenal sebagai Bob Sadino.

Sebelum juga Anda mengatakan hal-hal jelek dan mencoba mengeluarkan argumentasi membantah, perlu juga diberitahukan bahwa ia adalah seorang jutawan, pengusaha, motivator. Dari tangannya bukan saja lahir sebuah usaha besar Kemfood tetapi juga banyak usahawan sukses.

Sebelum Anda mengatakan sesuatu yang mungkin Anda sesali kemudian, bandingkan dengan pencapaian Anda. Sudahkah Anda mempunyai perusahaan besar> Sudahkah Anda membuat orang termotivasi untuk menjadi wirausaha?

Kalau belum, mungkin Anda bisa sedikit renungkan apa yang mungkin ingin disampaikan oleh pengusaha eksentrik Indonesia yang melegenda ini.

Ada kebenaran dalam "Teori adalah sebuah informasi basi"

Saya bukan pengusaha. Juga bukan seorang yang sedang membangun sebuah usaha bisnis. Saya hanyalah seorang blogger.

Perhatian saya tertuju pada ungkapan sang hartawan ini karena walau pernyataannya sangat sarkastik dan menyakitkan, ada kebenaran dalam statementnya.

Begini ceritanya.

Teori selalu dibuat berdasarkan pengalaman seseorang atau kumpulan pengalaman dari berbagai orang. Apa yang sudah dialami, dijalani dan dibuktikan kemudian dibuatkan semacam kesimpulan tentang apa, mengapa, kapan dan bagaimana sesuatu bisa terjadi, tercapai, atau terlaksana.

Itulah teori.

Dengan mengetahui hal seperti ini sebenarnya terlihat jelas bahwa sebuah teori sifatnya kondisional, terikat waktu dan tidak berlaku umum. Teori memiliki batasan dalam bentuk waktu, ruang, tempat, dan siapa yang melakukan.

Tidak bisa sebuah teori yang dibuat oleh seseorang akan menjamin tercapainya hal yang sama kalau dilakukan pada saat yang berbeda, tempat yang berbeda, orang yang berbeda, serta waktu yang berbeda pula.

Seperti contoh, seorang memberikan resep kue cubit kepada orang lain. Si orang pertama adalah seorang pengusaha kue cubit yang berhasil. Lalu, apakah hasilnya akan sama di tangan orang lain?

Sudah pasti akan berbeda. Bahkan dalam hal rasa sekalipun.

Buktikan sendiri saja. Coba saja minta anak atau istri atau suami atau teman melakukan hal yang sama yang biasa Anda lakukan. Bagaimana hasilnya? Jelas tidak akan sama.

Dari sini terlihat bahwa teori adalah sebuah informasi basi memiliki kebenaran. Teori sudah tidak lagi uptodate ketika berada di tangan orang lain. Variabel pembuat teori sudah berubah ketika berada di tangan orang lain.

Oleh karena itu mencoba menerapkans sebuah teori yang dilakukan orang lain, tidak akan menjamin kesuksesan yang sama akan diraih.

Bahkan dalam dunia blogging, hal itu berlaku. Seorang bloger sukses akan dengan senang hati berbagi berbagai teori yang membuatnya meraih kesuksesan, tetapi kalau Anda menelannya mentah-mentah, jangan harapkan Anda akan sukses.

Teori tersebut harus diolah.

Teori harus dibuat menjadi uptodate (bukan hanya status FB yang harus diupdate) dan disesuaikan dengan data terkini. Data yang hanya Anda sendiri bisa tambahkan. Karakter, tempat dan lokasi yang Anda sendiri akan tahu. Semua ini harus diolah menjadi teori baru yang sesuai dengan diri Anda sendiri dan memang untuk Anda sendiri.

Itulah saya rasa yang ingin disampaikan Om Bob dengan mengatakan "Teori adalah Sebuah Informasi Basi". Ia ingin mengingatkan kepada semua orang agar jangan terpaku pada teori dan menerapkannya secara mentah-mentah semua yang disampaikan orang lain, seberapapun suksesnya dia.

Berpikirlah. Jadilah orang kreatif dan temukan teori Anda sendiri.

Blog Gado-Gado Bukan Kesalahan

Tags

Membuat blog gado-gado itu kesalahan! Kalimat itu tertera pada sebuah artikel dari seorang blogger yang sudah menjalani perjalanan di dunia blogging selama beberapa tahun.

Dalam penuturannya yang lugas, keputusannya membangun sebuah blog yang berisi terlalu banyak topik ternyata tidak membuahkan hasil. Berdasarkan pengalamannya itulah, ia berpendapat bahwa blog gado-gado yang dimilikinya saat ini dianggap sebuah langkah yang salah. Ujungnya, ia memutuskan untuk membuat satu blog lagi dengan tema yang lebih spesifik, alias blog niche.

Pandangan yang banyak diamini oleh banyak blogger di Indonesia. Blog gado-gado tidak akan membawa Anda kepada kesuksesan.

Mungkin benar.

Saya bilang mungkin. Tidak terlalu banyak tersedia data berapa banyak blog niche yang sukses. Sama halnya dengan sedikit sekali informasi tentang blog gado-gado yang gagal.

Blog gado-gado bukan kesalahan

Sebaliknya, saya justru berpendapat bahwa blog gado-gado bukan kesalahan. Diukur dari sisi manapun, sama sekali tidak ada yang salah atau keliru untuk membangun sebuah blog berisi berbagai macam hal.

Hal yang mendasari pendapat itu adalah

1) Banyak blog gado-gado yang tetap punya nama dan menghasilkan


Sempat saya mencoba melihat peringkat Alexa blog dari blogger yang mengatakan blog gado-gado sebuah kesalahan itu. Mencengangkan.

Peringkatnya berada pada posisi 100 ribuan di dunia dan di bawah 10.000-an di Indonesia. Kecilnya peringkat yang diraihnya menunjukkan bahwa blog itu termasuk salah satu yang berhasil. Sulit sekali mencapai peringkat dengan angka sekecil itu, bahkan di Indonesia.

Belum lagi, pengalaman pribadi berkelana di dunia maya menunjukkan cukup banyak blog gado-gado yang memiliki penggemar. Sebut saja Agus Mulyadi, Indri Lidiawati, Gee John, Raditya Dika, Bena Blog. Kesemuanya bukanlah blog dengan topik spesifik alias blog niche..

2) Manusia adalah makhluk dengan beribu minat

Mungkinkah seorang manusia memiliki berbagai minat secara bersamaan? Kenyataannya, sangat mungkin. Seorang bisa mempunyai hobi membaca, mengumpulkan perangko, nonton bioskop, traveling sekaligus.

Manusia bukanlah makhluk yang hanya terdiri dan terbentuk dari satu hal saja. Kehidupan manusia pun tidak sama dengan robot yang kebanyakan hanya bisa menjalankan satu fungsi saja. Manusia memiliki kemampuan multi tasking alami.

Jadi, kalau seseorang merasa memiliki passion dalam berbagai hal, tidak seharusnya ia mengekangnya dengan hanya memilih salah satu diantaranya.

Padahal blogging adalah sebuah kegiatan yang berdasarkan pada passion. Kalau seseorang memiliki passion pada banyak hal, menghapuskan passion tersebut hanya seperti membuat manusia menjadi robot saja.

3) Banyak jalan menuju Roma

Pepatah yang sebenarnya bisa saja menjadi "Banyak jalan menuju Jakarta", "Banyak jalan menuju Semarang" dan lain sebagainya.

Selalu ada banyak jalan untuk mendapatkan uang, nama dan kesuksesan. Roma bisa dicapai melalui jalur darat, laut dan udara, atau kombinasi ke semuanya. Banyak sekali kemungkinan.

Begitu pula dalam meraih kesuksesan, baik secara materi atau finansial. Membuat blog niche adalah salah satu jalan, tidak berbeda dengan membuat blog gado-gado. Itu hanyalah bagian dari beribu kemungkinan jalan menuju kesuksesan.

Sejarah mencatat hal yang menunjukkan hal itu.

Menganggap bahwa untuk mendapatkan penghasilan, ketenaran dan sukses hanya bisa diraih dengan membuat sebuah blog niche justru merupakan kesalahan tersendiri. Hal itu mengabaikan bahwa dunia adalah penuh dengan kemungkinan.

Untuk mendapatkan penghasilan dari blog, bukan hanya memasang iklan Adsense saja jalannya. Masih banyak kemungkinan lain, dari mulai menulis review berbayar, memasang iklan RPM, memasang iklan mandiri dan banyak yang lainnya.

Tidak. Membuat blog gado-gado bukan kesalahan. Jauh dari hal itu. Kalaupun sang blogger menganggap hal itu adalah sebuah kesalahan, mungkin karena ia kecewa karena target yang dibuatnya tidak tercapai. Padahal bisa jadi target yang dibuatnya terlalu tinggi atau cara yang dipakainya tidak tepat sehingga ia tidak bisa memaksimalkannya.

Terlalu banyak kemungkinan dan variabel yang diabaikan. Padahal dengan melihat blog gado-gado miliknya sendiri, sudah ada sebuah kesuksesan yang diraihnya. Sesuatu yang bisa menjadi dasar untuk pengembangan tetapi mungkin tidak dilihat olehnya.

Jadi, saya berpandangan, bagi Anda yang mengelola blog gado-gado, jangan berkecil hati dan langsung menghentikan pengelolaan blog gado-gado Anda. Lanjutkan dan temukan jalan atau cara yang cocok sehingga blog itu bisa mendatangkan kesuksesan bagi Anda.

Jangan dengarkan pendapat "picik" bahwa membuat blog gado-gado adalah sebuah kesalahan. Jauh dari itu. Blog gado-gado bukan kesalahan. Pandanglah sebagai sebuah kesempatan yang harus Anda olah sebaik mungkin.

Carrefour, Hypermart, Indomart, Alfamart menjual berbagai jenis barang dan mereka tetap saja menjadi terkenal dan menghasilkan. Itu saja analogi paling sederhana.

Mengenal Mode MASP Pada Kamera (Prosumer Atau DSLR)

Tags

Mode MASP - Foto di atas adalah foto dari kamera yang saya pergunakan untuk berburu foto kemana-mana. Berdua dengan kamera 5 MP dari smartphone Xperia M merupakan senjata untuk mencari gambar untuk beberapa blog yang saya kelola.

Terpajang pada artikel ini bukan untuk pamer. Kamera kelas prosumer ini harganya cukup murah dan terjangkau. Nilainya saat dibeli dua tahun yang lalu, tidak semahal Samsung Galaxy Note. Tetapi, sudah selama dua tahun menemani dan menjadi penyuiplai utama foto-foto bagi beberapa blog.

Kali ini, saya hanya ingin berbagi sedikit karena saya cukup yakin banyak orang yang mengalami hal yang sama. Hal itu adalah tentang begitu banyaknya "kode" yang terdapat dalam kamera ini. Kalau dihitung-hitung ada puluhan kode yang masing-masing terkait dengan salah satu fungsi kamera.

Dibandingkan dengan segala kemudahan yang disediakan kamera smartphone, untuk menguasai kamera bahkan level sangat pemula ini, tetap membutuhkan kemauan untuk memahami kod-kode tersebut.

Jadi, saya ingin berbagi sedikit tentang hal itu.

Satu hal yang rasanya sangat penting untuk diketahui, terutama untuk Kawan Pembaca yang baru pertama kali membeli kamera prosumer atau DSL adalah tentang Mode MASP.

Apa itu Mode MASP?

Sebenarnya namanya bisa menjadi PMAS, ASPM atau lain-lain terserah Anda. Nama Mode MASP terbentuk dari 4 mode utama dalam fotografi. Keempat mode ini berkaitan dengan 3 hal yang sangat mempengaruhi foto yang dihasilkan, Aperture, Shutter, ISO.

Saya akan mulai dari 

Mode A

A adalah singkatan dari APERTURE PRIORITY. Dalam bahasa Indonesia bisa diterjemahkan sebagai "Prioritas Diafragma".

Dengan menggunakan mode A berarti fotografer memerintahkan kamera untuk menyerahkan urusan mengatur "diafragma" kepada dirinya. Sisanya silakan diatur oleh kamera.

Mode S

SHUTTER PRIORITY. Shutter artinya "Bukaan Lensa". Dengan memindahkan mode ke S, kamera Anda akan menerima perintah untuk mengatur hal yang lain, selain BUKAAN LENSA. Untuk hal ini Andalah yang menentukan.

Mode P

ISO PRIORITY. Kamera bertugas mengatur hal yang lain selain "PEMAKAIAN ISO". Hal ini diserahkan kepada pemegang kamera.

Mode M

M singkatan dari Manual. Kalau tombol ini diputar hingga ke M berarti fotografer menyuruh kamera untuk melepaskan semua kontrol Aperture, ISO, dan Shutter kepada pemegang kamera. Hal ini berarti Anda harus berpikir sendiri untuk menemukan komposisi yang pas dari ketiga hal itu.

Itulah yang dikenal dalam dunia fotografi sebagai MODE MASP (atau ASPM atau SAPM, yang manapun Anda suka).

Kode keempat mode ini mungkin berbeda pada setiap merk kamera. Ada yang memberikan kode dengan Av, Sv, Mv, dan Pv. Tetapi pada intinya sama saja.

lalu, bagaimana cara memakainya. Well, akan butuh penjelasan yang sangat panjang dengan contoh yang banyak. Untuk itu akan dibuatkan artikel terpisah untuk tiap-tiap mode.

Untuk sementara itulah penjelasan sedikit tentang Mode MASP.

10 Hal Yang Perlu Dilakukan Kalau Di-PHK

Bukan saya berharap Anda di-PHK dengan menulishal-hal yang terkait dengan Pemutusan Hubungan Kerja. Saya berharap hal itu tidak pernah Anda alami karena sangat tidak menyenangkan.

Meskipun demikian, harus pula lah kita sadari bahwa sebagai seorang karyawan, buruh atau apalah namanya, kadang hal itu dapat saja menimpa. Suka atau tidak suka hal tersebut sangat mungkin terjadi pada siapa saja.

Saya pun pernah mengalaminya.

Berdasarkan pengalaman itulah, saya ingin berbagi sedikit bagaimana saya berhasil mengatasi masa-masa sulit nan menyebalkan itu. Mungkin pengalaman ini dapat dimanfaatkan kalau ada yang sedang mengalami nasib yang sama.

(Baca juga : Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Bukan Kiamat)

Nah , kira-kira apa yang perlu dilakukan Kalau di-PHK (bukan Pemutusan Hubungan Kekasih lo, tetapi Pemutusan Hubungan Kerja)

Yang Perlu Dilakukan Kalau Di-PHK

1) Terima lah Kenyataan


Yap. Itu langkah pertama. Terima lah kenyataan bahwa kita dipecat dan jasa kita tidak diperlukan lagi oleh perusahaan.

2) Pastikan bahwa Anda mendapatkan pesangon


Kalau PHK dilakukan bukan karena kesalahan yang kita perbuat, pastikan bahwa perusahaan membayar pesangon dan uang jasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Uang ini akan sangat diperlukan untuk menunjang kehidupan kita.

Kalau pun PHK dilakukan karena kita membuat kesalahan, masih ada hak kita yang tetap perlu dibayarkan. Baca dengan teliti peraturan perundang-undangan tentang ketenagakerjaan.

3) Umumkan kepada keluarga


Jelaskan kepada seluruh anggota keluarga kita mengenai situasi yang sebenarnya. Jangan ditutup-tutupi. Untuk menghadapi masalah sesulit ini, butuh kerjasama dan peran serta seluruh anggota keluarga untuk menemukan masalahnya.

4)  Berhemat


Perlu pengaturan ulang terhadap struktur APBRT, Anggaran dan Pendapatan Belanja Rumah Tangga. Hilangkan berbagai pos yang tidak perlu seperti makan di luar, beli baju baru dan sebagainya.

Sudah pasti hal ini harus dilakukan agar uang pesangon atau pisah yang didapatkan jangan sampai habis sebelum kita mendapatkan sumber penghasilan baru.

5) Ubah Gaya Hidup


Ini sangat menentukan. Besarnya pengeluaran akan bergantung pada gaya hidup yang kita pergunakan. Kalau gaya hidup membutuhkan biaya yang besar, kurangi hingga menjadi sesederhana. Tujuannya untuk mengerem pengeluaran yang tidak perlu

6) Buang Rasa Gengsi dan Ego


Kalau posisi di perusahaan lama Anda adalah manajer berpenghasilan besar, kemudian ada tawaran bekerja dengan posisi lebih rendah, terima. Anda membutuhkan pemasukan agar rumah tangga tetap berjalan.

Meskipun hanya untuk sementara, jangan ragu untuk menerima pekerjaan yang juga tidak sesuai dengan keinginan kita.

Begitu juga, kalau istri, pasangan kita berniat membantu dengan bekerja, buang rasa gengsi akan terkalahkan oleh sang istri. Menemukan sumber penghasilan demi berjalannya keluarga lebih penting daripada ego kita.

7) Hubungi Teman dan Kolega


Semakin banyak teman dan kolega yang kita punyai akan memperbesar peluang kita mendapatkan pemasukan baru. Tentu bukan dengan cara meminta uang, tetapi teman atau kolega biasanya memiliki channel atau hubungan dengan pihak-pihak yang mungkin membutuhkan jasa kita.

8) Sebarkan lamaran pekerjaan


Dengan selesainya hubungan kerja di tempat lama, status kita seperti kembali ke awal. Kita masuk kembali ke pasar tenaga kerja. Oleh karena itu, sebarkanlah lamaran kerja ke berbagai perusahaan.

9) Rintis usaha


Kalaupun usia kita ternyata sudah tidak begitu cocok bagi pasar tenaga kerja yang ada, cobalah memulai usaha baru. Inti dasar dari bekerja adalah mendapatkan penghasilan dan selain menjadi karyawan, memulai sebuah bisnis bisa menjadi sumber penghasilan.

10) Tetaplah semangat


Dalam situasi sesulit ini, rasanya memang dunia dan masa depan terlihat suram. Sangat sulit untuk tetap bersemangat.

Hanya, kalau aura negatif dan muram tetap dipertahankan, efeknya akan terasa ke semua orang di dekat kita. Mereka pun akan ikut down dan muram. Rentetan ini akan membuat suasana semakin suram dan bisa menimbulkan depresi.

Untuk itu tunjukkan bahwa semangat itu tetap ada dan bisa ditularkan kepada anggota keluarga yang lain.

Yang terakhir, dan rasanya tidak perlu dimasukkan dalam daftar ini adalah BERDOA. Semoga yang Maha Kuasa memberikan titik terang dan jalan keluar bagi masalah yang kita hadapi.


Kira-kira itulah hal yang perlu dilakukan kalau di-PHK. Percayalah akan selalu ada jalan keluar dari setiap masalah.

Jangan Semen Pekarangan Rumah Anda! Bantulah Lingkungan Kita


Apakah rumah Anda memiliki pekarangan? Mudah-mudahan punya ya kawan. Kalau boleh saya sarankan, janganlah disemen. Biarkanlah tetap menjadi sebuah pekarangan rumah dengan tanah dan tanaman saja.

Maaf. Bukan karena ingin ikut campur tentang bagaimana menata rumah. Anda pasti lebih tahu tentang itu. Lagipula, rumah tersebut adalah milik Anda dan tidak seorang pun bisa merecoki apa pun yang hendak dilakukan terhadapnya.

Apa yang disampaikan ini hanyalah sekedar himbauan saja. Sebuah kekhawatiran melihat kondisi lingkungan di berbagai tempat di Indonesia belakangan ini.

Mungkin Anda akan bertanya mengapa saya khawatir terhadap cara memanfaatkan pekarangan rumah orang lain?

Begini.

Efek Keberadaan Sebuah Pekarangan Rumah Terhadap Lingkungan

Rasanya bukan hal yang asing. Siapapun pasti pernah mendengar berita tentang banyaknya kawasan terlanda banjir di Indonesia. Paling sering dan paling umum didengar adalah berita tentang banjir melanda ibukota Indonesia, Jakarta.

Mayoritas anggota masyarakat akan segera menuding bahwa pemerintah tidak becus menanganinya. Sebagian lagi menyalahkan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Ada juga yang menyalahkan pemukiman di pinggir kali sebagai penyebabnya.

Sayangnya, tidak ada yang berani mengatakan bahwa kita sendiri sangat mungkin ikut berperan sebagai penyebabnya.

Lho?

Iya. Perhatikan saja pekarangan rumah Anda. Apakah masih berbentuk tanah, taman kecil ataukah sudah tertutup dengan semen semua?

Pertanyaan ini penting lho! Mengapa?

Karena, kalau Anda perhatikan ada perbedaan yang terabaikan dari keduanya. Perbedaan yang menunjukkan apakah kita ikut urun sebagai penyebab banjir tersebut atau bukan.

Ketika hujan turun, sebuah taman yang masih berbentuk asli, berupa tanah dan tanaman akan menyerap cukup banyak air hujan yang turun. Air hujan terserap ke dalam tanah dan ditampung di dalam tanah. Air-air inilah yang kemudian disimpan sebagai cadangan air di masa yang akan datang.

Bandingkan dengan apabila pekarangan rumah sudah tertutup semen semua. Tidak ada air sama sekali yang diserap. Seluruhnya akan langsung mengalir keluar dan menuju ke tempat yang lebih rendah.

Memang volume air hujan yang tertampung oleh sebuah taman kecil di depan rumah tidaklah seberapa besar. Tergantung pada ukuran lahan yang tersedia. Semakin besar lahan maka semakin banyak air yang bisa diserap. Semakin kecil lahan semakn kecil volume air yang tertampung.

Hanya, kalau volume air yang tidak banyak itu dikalikan dengan jutaan rumah lainnya, maka angka tersebut akan menjadi sangat besar. Asumsikan saja sebuah pekarangan rumah seharusnya bisa menyerap air hujan sebanyak 1 Meter kubik di saat hujan. Bila kemudian ada 1 juta rumah menghilangkan pekarangan rumahnya, maka akan ada 1 juta meter kubik air yang tidak tertampung.

Sebuah jumlah yang sangat besar. Ukuran air ini sama dengan kira-kira sungai dengan ukuran 10 M (lebar), 2 M (tinggi/kedalaman) dan 50 meter panjang.

Bayangkan kalau hujan terjadi terus menerus dan volume air yang tercurah semakin besar. Maka air yang akan mengalir ke tempat yang lebih rendah akan semakin besar pula.

Itulah mengapa saya menghimbau agar jangan menutup pekarangan rumah dengan semen semua. Hal tersebut sama saja dengan menghilangkan sepetak tanah resapan. Sesuatu yang secara tidak sadar memberikan sumbangsih (seberapapun kecilnya) terhadap lingkungan kita.

Mudah-mudahan Anda tidak tersinggung dengan himbauan atau saran saya. Bukan untuk ikut campur, tetapi hanya sekedar mengajak untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan kita sendiri. Tindakan kecil kita bisa memberikan efek baik atau buruk terhadap lingkungan.

Bagaimana dengan saya? Yah. Walaupun hanya kecil, ukuran 3 meter X 3 meter saja dan tidak begitu terawat, saya memutuskan untuk tetap membiarkan sebagai tanah terbuka. Paling tidak saya mencoba membantu mengurangi air yang mengalir ke Jakarta.

Minggu, 03 Juli 2016

10 Fakta Unik Tentang Danau Tahoe, Amerika Serikat


Kalau Indonesia punya danau yang namanya sama dengan nama makanan, Danau tempe, Amerika juga memiliki satu danau yang namanya mirip dengan salah satu jenis makanan di Indonesia. Danau Tahoe namanya.

Kalau diucapkan dengan memakai ejaan lama, maka nama danau tersebut adalah Danau Tahu (oe=u). Nama makanan bukan?

Sebenarnya nama Tahoe sama sekali tidak berkaitan dengan makanan yang sangat populer di Indonesia itu. Kata tersebut berasal dari bahasa Indian, penduduk asli Amerika yang berarti "Danau Besar" atau "Air Besar".

Tidak mengherankan nama itu tersemat di danau ini. Beberapa fakta menunjukkan hal tersebut. Silakan lihat di bawah ini.

10 Fakta Unik Tentang Danau Tahoe

1) Terbesar Kedua Di Amerika Serikat


Luasnya mencapai 665 Km persegi. Dengan panjang 35 Kilometer dan lebar 19 kilometer, Danau Tahoe merupakan danau terluas kedua di Amerika Serikat.

Kalau dibandingkan dengan danau yang ada di Indonesia, luasnya juga menempati peringkat kedua di bawah Danau Toba, luas 1.130 Km2 dan di atas Danau Towuti, 561 Km Persegi.

Luasnya juga melebihi luas Ibukota Indonesia, Jakarta.


(Baca : Danau Terbesar di Indonesia)

2)  DanauKedua Terdalam Di Negara Paman Sam


Danau ini memiliki kedalaman 501 M. Masih di bawah Danau Crater yang mencapai kedalaman 594 M.
Kalau dibandingkan dengan danau-danau di Indonesia, Danau Tahoe kedalamannya berada di bawah Danau Toba dan Danau Towuti.

3) Berada di dua negara bagian


Dua pertiga bagian danau ini berada di negara bagian California dan sepertiga lainnya di Nevada.


4) Danau Tua

Merupakan salah satu danau tertua di dunia. Keberadaannya diperkirakan sudah ada sejak 2 juta tahun yang lalu.

5) Penuh Sinar Matahari


Matahari menyinari danau ini selama 274 hari sepanjang tahun.


6)  Sumber air yang besar


Kalau air di Danau Tahoe dipergunakan untuk mensuplai air minum untuk seluruh penduduk Amerika Serikat yang melebihi 300 juta itu, maka airnya cukup untuk memenuhi kebutuhan setiap orang selama 5 tahun.

 

7) Airnya termurni


Kadar air di danau ini merupakan salah satu yang termurni di dunia. Kalau dibandingkan dengan kemurnian air suling yang mencapai 99.998%, air di Danau Tahoe hanya kalah sedikit, yaitu 99.994%.

8) Keliling Danau Tahoe sama dengan 2 kali jarak Jakarta Bogor  


Danau ini memiliki keliling 116 kilometer. Angka yang sama dengan perjalanan Jakarta-Bogor pulang pergi

9) Penguapan yang besar

Dengan permukaan seluas itu dan juga matahari hampir sepanjang tahun bersinar, penguapan di danau ini sangat besar mencapai 330 juta galon setiap hari. Angka ini sama dengan 1.221.000.000 liter per hari.

Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan air kota sebesar Los Angeles selama 5 tahun

10) Berada di tempat yang tinggi

Permukaan Danau Tahoe berada pada ketinggian 1.897 Meter dari permukaan laut. Titik terdalamnya ada sekitar 1.300 M dari permukaan laut.

-------
Referensi :
15 Fun Facts about Lake Tahoe

15 Fun Facts about Lake Tahoe
15 Fun Facts about Lake Tahoe
Facts about Lake Tahoe
Lake Tahoe Facts

Tips Fotografi : Menggunakan Rule Of Thirds Untuk Membuat Foto Lebih Menarik

Tags

Rule of Thirds - Kalau Anda bertanya-tanya mengapa foto di atas diberi garis-garis putih dan kotak-kotak merah, jawabannya bisa Anda dapatkan di bawah ini.

Garis-garis putih dengan kotak merah ini sebenarnya menggambarkan kira-kira apa yang ada di dalam benak seorang fotografer ketika mengambil sebuah foto.

Imajiner tentunya. Garis-garis ini tidak akan terlihat di foto keluaran kamera manapun. Hanya ada di dalam pikiran seseorang yang terbiasa bermain dengan kamera, entah fotografer senior, junior atau sekedar penghobi.

Mengapa garis-garis ini seperti penting bagi seorang fotografer? Jawabnya, karena garis-garis itu merupakan garis bantu untuk menghasilkan foto yang menarik dan bagus. Garis-garis putih berkotak merah ini merupakan tehnik dasar dalam fotografi yang berkaitan dengan penempatan obyek atau subyek dalam sebuah foto.

Rule Of Thirds

Nama kotak-kotak ini dalam bahasa Inggris disebut dengan Rules Of Thirds. Dalam bahasa Indonesia bisa diterjemahkan sebagai Aturan Sepertiga atau Aturan 3 X 3.

Bisa mengerti mengapa dinamakan demikian kan? 

Apa fungsinya dan bagaimana cara kerjanya?

Fotografi pada dasarnya tidak beda dengan ngeblog atau blogging.

Dalam suatu artikel, seorang blogger harus memiliki sebuah tema, topik, atau subyek yang akan menjadi inti dari tulisannya. Tanpa adanya topik, tema atau subyek, maka tulisan tersebut tidak akan terbentuk. Kalaupun terbentuk maka akan terasa hambar dan tidak jelas sama sekali apa yang ingin disampaikan.

Begitu pula dengan seorang fotografer. Ia harus memiliki hal-hal tersebut dalam fotonya. Ketiadaan hal-hal itu akan membuat fotonya juga tidak bermakna. Mata yang melihat foto tidak akan bisa menemukan apa yang menjadi titik sentral sebuah foto.

Yang membedakan antara fotografer dan blogger adalah yang pertama menggunakan gambar atau foto, yang terakhir menggunakan kata-kata.

Nah, dalam menjalankan tugasnya sebagai pemegang kamera, seorang fotografer harus mampu menempatkan subyek atau obyek yang menjadi titik sentral foto pada posisi tertentu.

Tujuannya adalah untuk menimbulkan minat yang melihat. Sekaligus memudahkan yang melihat menemukan titik sentral atau inti dari foto tersebut.

Coba perhatikan foto di bawah ini, bisakah Anda menemukan inti atau topik apa yang ingin disampaikan si pemegang kamera?


Kalau Anda berhasil menemukannya, saya salut. Saya saja sebagai yang memotret hingga saat ini sulit mengerti apa yang ingin disampaikan oleh diri saya sendiri ketika mengambil foto ini.

Coba bandingkan dengan yang di bawah ini.


Kira-kira mana yang lebih menarik antara keduanya?

Saya cukup yakin Anda akan mengatakan foto yang kedua jauh lebih menarik dibandingkan dengan yang pertama.

Lalu, sekarang Anda bandingkan sendiri dimana letak atau posisi subyek dari kedua foto ini. Foto yang pertama, karena kesulitan mengambil posisi, saya terpaksa menempatkan foto di tengah-tengah. Sedangkan foto yang kedua, dengan keleluasaan ruang yang ada, saya bisa menaruh subyek atau obyek foto pada posisi yang tepat.

Perhatikan kalau dibuat garis-garis putih


Alasan Mengapa Foto Menjadi Menarik Dengan Menggunakan Rule Of Thirds


Betul sekali kawan! Posisi subyek/obyek pada foto kedua berada persis sama seperti garis-garis yang ada di foto paling atas.

Itulah guna dari Rule Of Thirds atau aturan sepertiga. Garis-garis imajiner ini untuk membantu sang fotografer menempatkan fokus utama "cerita" fotonya pada posisi yang paling menarik perhatian.

Dimana posisi yang paling menarik perhatian?

Berdasarkan pengamatan para penggelut fotografi, tempat terbaik bagi penempatan obyek adalah BUKAN DI TENGAH. Kalau subyek foto ditempatkan di bagian tengah, selain kesannya menjadi "BIASA" saja, seringkali juga justru membuat sang subyek kehilangan gregetnya.


Hal ini berbeda dengan umum yang terbiasa menaruh titik sentral foto selalu di tengah. Dan, hasilnya bisa dibandingkan sendiri mengapa karya para fotografer seperti berbeda dan sangat mengundang orang untuk melihatnya.

Tentu saja terasa berbeda, di tengah jutaan orang yang menaruh obyek di tengah, fotografer meletakkannya di pinggir.

Berbeda itu menarik! Itu salah satu intinya.

Alasan lainnya juga, perhatikan letak kedua mata manusia. Apakah berada di tengah? Jawabnya tidak! Dua mata manusia berada tidak tepat di tengah. Posisi ini membuat hal pertama yang dilihat mata bukanlah bagian tengah sebuah foto.

Jadi, menempatkan obyek agak bergeser ke pinggir justru membuatnya menjadi tempat pertama yang dilihat oleh mata. Mata tidak perlu bergeser karena fokus dan inti cerita foto tersebut sudah langsung ditemukan.

Itulah fungsi dan guna Rule Of Thirds saat mengambil foto! Juga mengapa foto yang berdasarkan pada garis-garis imajiner ini lebih membuat kesan dan menarik.

Anda pun bisa menggunakan tehnik Rule Of Thirds


Walaupun saya menggunakan banyak kata fotografer dalam paragraf-paragraf di atas, hal itu bukanlah berarti hanya mereka yang bergelut dalam dunia potret-memotret ini yang bisa menggunakan tehnik ini.

Semua orang bisa !

Selama ada kamera di tangan Anda, jenis apapun. Modern, kuno, sekedar kamera smartphone bukanlah halangan untuk menggunakan trik sederhana ini. Hal ini bukan monopoli kamera mahal, fotografer senior.

Cukup lakukan hal-hal seperti ini

1) Saat hendak memotret, bayangkan saja layar LCD kamera atau Pentamirror (jendela kecil yang ada di kamera untuk mengintip sasaran) terbagi menjadi sembilan kotak alias 3 x 3.

Posisikan saja obyek foto agak ke pinggir menurut perkiraan Anda. Jangan di tengah!

2) Kamera atau smartphone masa kini banyak yang sudah dibekali dengan garis-garis bantu ini. Sayangnya banyak yang tidak menyadarinya.

Perhatikan layar dari Fuji Finepix HS 35EXR, kamera prosumer yang jelas tidak termasuk barang mahal dan canggih ini.



Biasanya untuk memunculkan garis-garis bantu ini ada di bagian setting. Namanya beragam tergantung produsen kamera. Dalam kamera di atas ada di bagian "Info" dengan nama GRID.

Kalau Anda sudah menemukannya, munculkan saja. Hal ini sangat membantu untuk menempatkan obyek pada foto kita.

Jadi, semua orang bisa melakukannya.

Mudah sekali bukan?

Silakan coba trik sederhana tetapi penting ini. Lalu bandingkan dengan hasil dari foto-foto Anda yang belum menggunakan Rule Of Thirds.

Anda akan menemukan foto-foto Anda lebih menarik dari sebelumnya.